Ukraina Krisis, Jepang Siap Pulangkan Warganya

Oleh Tommy Kurnia pada 24 Jan 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 21:00 WIB
FOTO: Ancaman Invasi Rusia, Warga Ukraina Bergabung dengan Tentara Cadangan
Perbesar
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina, unit militer sukarelawan Angkatan Bersenjata, berlatih di taman kota di Kyiv, Ukraina, 22 Januari 2022. Puluhan warga sipil bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa pekan terakhir di tengah ancaman invasi Rusia. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Liputan6.com, Tokyo - Kondisi Ukraina sedang memanas karena ada potensi invasi yang dilakukan Presiden Vladimir Putin dan Rusia. Inggris dan Amerika Serikat bahkan mulai mengevakuasi diplomat mereka. 

Terkini, Jepang juga siap memulangkan warganya. 

Dilansir Kyodo, Senin (24/1/2022), Jepang mengambil langkah ini setelah AS mengumumkan menarik diplomatnya. Saat ini, ada sekitar 250 warga Jepang di Ukraina, itu sudah termasuk keluarga staf kedutaan. 

"Situasi sedang berubah dengan cepat," ujar seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang. 

Kepala Sekretaris Kabinet, Hirokazu Matsuno, menyebut masih memonitor situasi di Ukraina. Ia berkata Jepang siap mengambil langkah cepat, serta berkolaborasi dengan AS dan negara-negara lain terkait isu di Ukraina.

"Kita akan terus dengan erat memonitor perubahan-perubahan situasi," ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

AS Minta Keluarga Diplomat Tinggalkan Ukraina

Presiden Joe Biden bersama Dr. Anthony Fauci di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Senin, 29 November 2021, di Washington, saat Dr. Anthony Fauci.
Perbesar
Presiden Joe Biden bersama Dr. Anthony Fauci di Ruang Roosevelt Gedung Putih, Senin, 29 November 2021, di Washington, saat Dr. Anthony Fauci. (Foto AP/Evan Vucci)

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Minggu 23 Januari 2022 bahwa kerabat dan keluarga diplomat AS yang ditempatkan di Kiev harus mulai meninggalkan Ukraina.

Mengutip laporan DW Indonesia, Senin (24/1/2022), Departemen Luar Negeri AS menyarankan agar tidak bepergian ke Ukraina karena adanya "peningkatan ancaman aksi militer Rusia" dan pandemi COVID-19. Dalam anjuran perjalanan yang diterbitkan di situsnya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa ada laporan Rusia merencanakan aksi militer yang signifikan terhadap Ukraina. 

Sementara itu, Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht menyerukan pengurangan ketegangan dan mengatakan bahwa Jerman tidak akan memasok senjata ke Ukraina.

Sebelumnya, pertemuan pada hari Jumat 21 Januari malam, antara Menlu AS dan Rusia juga gagal menghasilkan terobosan besar apa pun tentang masalah ini. 

 

Baca selengkapnya...

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah COVID-19 untuk Anak

Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya