Daging Ayam Langka di Australia Saat Kasus COVID-19 Melejit, Ada Apa?

pada 22 Jan 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 22 Jan 2022, 21:00 WIB
Ilustrasi daging ayam
Perbesar
Ilustrasi daging ayam. (Image by Lebensmittelfotos from Pixabay)

, Melbourne - Daging ayam yang merupakan sumber protein paling populer di Australia kini dikabarkan langka. Kemungkinan masih akan jarang ditemukan di supermarket dalam beberapa pekan ke depan. Mengapa demikian?

Bukan karena Australia sedang kekurangan ayam, tapi rantai distribusi daging ayam saat ini sedang terganggu, akibat banyaknya pekerja di sektor pengolahan daging yang sakit COVID-19 atau sedang menjalankan isolasi mandiri setelah menjadi kontak erat.

Mengutip laporan ABC Australia, Sabtu (22/1/2022), federasi Daging Ayam di Australia memprediksi daging ayam bagian dada, paha, serta sayap masih akan sulit didapatkan setidaknya sampai akhir bulan Januari.

Meski sebelumnya dikatakan daging ayam masih bisa ditemukan di supermarket besar, kenyataannya membuktikan sebaliknya.

Kepala eksekutif dari federasi daging ayam, Vivian Kite mengatakan ada "masalah pasokan ayam yang sedang berlangsung dan cukup signifikan".

"Kami dengar kekurangan ayam mentah utuh [per ekor] bersifat jangka pendek," kata Dr Kite.

"Dengan semakin sedikitnya produk daging ayam lain di pasaran, orang-orang beralih membeli ayam potong satu ekor, makanya ini menyebabkan kelangkaan di toko-toko."

Pembeli Frustasi

Salah satu jaringan supermarket terbesar di Australia, Woolsworth, dalam pernyataannya mengatakan mereka terus berupaya dengan para pemasok daging ayam untuk mengirimkan persediaan sebanyak mungkin ke toko-toko.

"Kami paham para pengolah ayam sangat terpengaruh oleh jumlah pekerja yang tidak bisa masuk kerja terkait COVID dalam beberapa pekan terakhir, tapi kami senang mendengar beberapa pengolahan telah mengalami peningkatan kapasitas dalam beberapa hari terakhir," katanya.

"Kami tahu rak [di supermarket] terlihat kosong saat ini, dan kami bekerja dengan para pengolah untuk memprioritaskan pelanggan kami selama masa yang sulit ini."

Jaringan supermarket besar lainnya di Australia, Coles, mengatakan pembatasan jumlah daging yang bisa dibeli pelanggan akan dicabut, ketika mereka yakin pasokan bisa kembali memenuhi permintaan pelanggan.

"Kami optimis akan melihat beberapa perbaikan situasi dalam beberapa minggu mendatang," kata seorang juru bicara.

"Kami berterima kasih kepada pelanggan kami dengan kesabarannya, saat kami bekerja dengan pemasok dan mitra transportasi untuk meningkatkan pengiriman dan mengirimkan kembali berbagai macam produk daging ayam ke toko-toko kami."

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Masalah dalam Pengolahan

Ilustrasi daging ayam segar
Perbesar
Ilustrasi daging ayam segar. (Photo by JK Sloan on Unsplash)

Dr Kite mengatakan butuh waktu cukup lama dalam mengolah daging, yang membutuhkan banyak pekerja untuk memotong ayam, membuang tulangnya, atau untuk membuang kulitnya.

"Membutuhkan lebih banyak orang di pabrik pengolahan untuk bisa melakukannya," katanya.

"Kami akan alami kekurangan pasokan ini selama beberapa minggu ke depan, semuanya terkait dengan kekurangan pekerja di rantai pasokan," ujarnya.

Perdana Menteri Scott Morrison sebelumnya telah mengumumkan perubahan persyaratan isolasi bagi mereka yang menjadi kontak dekat yang pernah bertemu dengan kasus positif COVID.

Perubahan ini diumumkan pekan lalu dengan tujuan mengurangi tekanan akibat kekurangan pekerja di sektor pengolahan dan distribusi makanan.

"Kami lihat masalah kekurangan pekerja mulai berkurang," kata PM Morrison.

"Langkah-langkah yang kami ambil ada dampaknya, tapi masih belum terlihat di rak-rak supermarket."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah COVID-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya