Studi: Pria Pakai Masker Medis Saat Pandemi COVID-19 Lebih Menarik di Mata Wanita

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 14 Jan 2022, 14:29 WIB
Diperbarui 14 Jan 2022, 14:29 WIB
Pertama Kalinya, Inggris Tembus 200.000 Kasus Harian COVID-19
Perbesar
Seorang pria mengenakan masker untuk mengurangi penyebaran Covid-19, berjalan di sepanjang Whitehall di pusat kota London (5/1/2022). Rumah sakit Inggris telah kekurangan staf yang disebabkan oleh gelombang infeksi Omicron, kata pemerintah pada hari Selasa (4/1). (AFP/Tolga Akmen)

Liputan6.com, London - Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa pria yang memakai masker medis dianggap lebih menarik oleh wanita yang melihatnya. Para peneliti di Fakultas Psikologi Universitas Cardiff menemukan bahwa pria yang memakai masker medis lebih menarik daripada masker kain atau jenis lain.

Studi ini menjelaskan, apakah benar pria dianggap menarik atau tidak menarik sebelum menggunakan masker medis, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Research: Principles and Implications pada Senin 10 Januari.

Hasilnya bertentangan dengan temuan penelitian serupa yang dilakukan sebelum pandemi COVID-19, kata penulis penelitian, dikutip Jumat (14/1/2022).

Sebuah studi pada 2016 di Jepang menemukan efek masker medis menunjukkan bahwa orang akan dikaitkan dengan penyakit, menganggap orang yang menggunakan masker medis kurang sehat dan tentunya kurang menarik.

"Meskipun masker medis saat ini digunakan untuk melindungi diri dari penyakit, saat ini masker juga dapat dilihat sebagai tanda bahwa warga negara tersebut bertanggung jawab dan peduli, yang dapat berdampak positif pada daya tarik yang dirasakan," kata peneliti Universitas Cardiff.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penelitian

Tokyo Bukukan Rekor Baru Kasus COVID-19
Perbesar
Orang-orang yang memakai masker melintasi persimpangan di Tokyo Kamis (5/8/2021). Tokyo pada hari Kamis melaporkan 5.042 kasus virus corona baru, rekor tertinggi harian terbaru sejak pandemi Covid-19 dimulai, di saat ibu kota Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade. (AP Photo/Kantaro Komiya)

Para peneliti di Universitas Cardiff melakukan percobaan mereka pada Februari 2021, sekitar tujuh bulan setelah masker wajah diwajibkan di tempat-tempat seperti supermarket dan transportasi umum di Inggris.

"Penelitian yang dilakukan sebelum pandemi menemukan masker medis mengurangi daya tarik," kata Dr Michael B Lewis, salah satu penulis studi tersebut, dalam sebuah artikel di situs Cardiff University.

"Kami ingin menguji apakah ini telah berubah sejak masker wajib di mana-mana dan memahami apakah jenis masker yang berbeda memiliki efek."

43 mahasiswa psikologi wanita diminta untuk menilai 160 wajah pria untuk daya tarik pada skala 1 hingga 7.

160 tanggapan diambil dari 40 wajah laki-laki dalam empat variasi: Wajah tidak tertutup penuh, ditutupi buku catatan (notebook), ditutupi masker kain, dan ditutupi masker medis.

Para wanita juga ditanya apakah mereka setuju bahwa "masker wajah telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dalam satu tahun terakhir" dan "penggunaan masker wajah efektif dalam mencegah penyebaran COVID-19". Mereka menunjukkan tingkat persetujuan yang tinggi dengan pernyataan tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wajah yang ditutupi masker medis "jauh lebih menarik" daripada masker kain. Wajah yang ditutupi masker kain pada gilirannya "jauh lebih menarik" daripada wajah yang tidak tertutup penuh atau hanya ditutup dengan notebook.


Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak

Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya