Langit Merah di Gunung Welirang, Apa Penjelasan Sains?

Oleh Tommy Kurnia pada 14 Des 2021, 19:10 WIB
Diperbarui 14 Des 2021, 19:10 WIB
Cahaya Merah Gunung Welirang
Perbesar
Video kemunculan awan merah disertai petir di atas Gunung Welirang, Pasuruan, Jawa Timur, ramai dibicarakan warganet di media sosial. (Liputan6.com/ Istimewa)

Liputan6.com, Jawa Timur - Netizen Indonesia dibuat heboh dengan langit merah dan petir di atas gunung Welirang di Jawa Timur. Perhatian masyarakat terbilang wajar mengingat gunung Welirang adalah gunung berapi aktif.

Apa penjelasan sains atas langit merah di atas gunung Welirang?

Menurut situs Earth Sky, Selasa (14/12/2021), fenomena langit berwarna merah adalah hal yang terjadi di atas gunung berapi akibat gas dan partikel.

Partikel-partikel itu berterbangan di langit, sehingga mereka menjadi semacam filter alami. Alhasil, cahaya matahari menjadi kemerahan. Fenomena ini disebut vulcanic sunset.

Sesuai namanya, kejadian terjadi pada petang. Langit merah di Gunung Welirang pun terjadi ketika petang, sekitar pukul 18.30.

Biasanya fenomena ini terlihat usai gunung erupsi, meski kondisi Gunung Welirang saat itu tidak erupsi.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penjelasan BMKG

Gunung Welirang
Perbesar
Gunung Welirang (dok. wikimedia commons)

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menilai peristiwa itu merupakan hal yang biasa terjadi.

"Fenomena awan yang terlihat berwarna merah, merupakan hal yang biasa terjadi. Hal tersebut merupakan salah satu contoh fenomena optik atmosfer," tutur Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stamet Juanda, Teguh Sri Susanto seperti dikutip dari akun Instagram @infobmkgjuanda, Selasa (14/12/2021).

Lebih lanjut dijelaskan, warna awan disertai langit merah di sekitarnya disebabkan oleh pembiasan cahaya Matahari dari partikel-partikel yang ada di atmosfer, sehingga menghasilkan energi yang rendah, gelombang panjang, dan memunculkan warna kemerahan.

"Semakin rendah posisi Matahari dari garis cakrawala, semakin rendah pula cahaya merah yang dicapai," tutur Teguh lebih lanjut. Fenomena langit kemerahan ini memang biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari.


Infografis Sejarah Erupsi Gunung Semeru

Infografis: Sejarah Erupsi Gunung Semeru (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
Infografis: Sejarah Erupsi Gunung Semeru (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya