Nakes di Jerman Prediksi Lonjakan Kasus COVID-19 Terjadi Sebelum Natal

pada 02 Des 2021, 17:29 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 17:29 WIB
FOTO: Jerman Wajibkan Penumpang Transportasi Umum Sudah Divaksin COVID-19
Perbesar
Warga memakai masker untuk melindungi diri dari COVID-19 di stasiun transportasi umum Friedrichstrasse, Berlin, Jerman, Selasa (30/11/2021). Otoritas Jerman mewajibkan penggunaan masker di transportasi umum dan penumpang perlu divaksinasi, pulih atau negatif COVID-19. (AP Photo/Markus Schreiber)

Berlin - Presiden DIVI Jerman (Asosiasi untuk Tenaga kesehatan ICU di Jerman) pada Rabu (01/12), memperingatkan bahwa kemungkinan ada 6.000 orang dalam perawatan intensif saat Natal. Peringatan itu muncul saat Jerman mencatat angka kematian harian tertinggi sejak musim dingin lalu.

Dikutip dari DW Indonesia, Kamis (2/12/2021), Presiden DIVI, Gernot Marx, memperkirakan lebih dari 6.000 pasien COVID-19 akan membutuhkan perawatan intensif sebelum Natal. Angka itu akan menjadi jumlah kasus tertinggi sepanjang masa dari tahun lalu.

Marx mengatakan, pada akhir November 2021, lebih dari 2.300 pasien baru telah dirawat di unit perawatan intensif pada pekan lalu.

"Situasinya benar-benar menjadi semakin ketat,” kata Marx kepada televisi ZDF, seraya mendesak upaya penguncian sementara.

"Kita perlu menyelamatkan klinik dari kehancuran,” tambahnya.

Marx mengatakan saat ini situasinya "sangat mengancam” karena jumlah tempat tidur ICU yang tersedia tersisa sekitar 4.000 unit.

DIVI menyerukan dilakukan satu juta vaksinasi, termasuk booster, untuk diberikan setiap hari, karena meski persentase yang melakukan vaksinasi meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, tapi jumlah itu masih jauh dari ambang batas rata-rata 660.000.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lonjakan Kematian Akibat COVID-19

FOTO: Kematian Akibat COVID-19 di Jerman Tembus 100 Ribu
Perbesar
Peti mati berlabel kertas 'SARS-CoV-2 positif - Corona' ditempatkan di krematorium di Giesen, Jerman, 25 November 2021. Badan pengendalian penyakit Jerman mengatakan pihaknya mencatat 351 kematian tambahan akibat COVID-19 dalam 24 jam terakhir. (Julian Stratenschulte/dpa via AP)

Institut Robert Koch (RKI) Jerman untuk pengendalian penyakit pada Rabu (01/12) melaporkan 446 kematian COVID-19 dalam 24 jam, menembus angka harian tertinggi sejak 18 Februari 2021.

RKI merilis jumlah kematian akibat COVID-19 di Jerman menjadi 101.790 orang. Para ahli telah menghubungkan rasio kematian terhadap infeksi yang lebih rendah dengan manfaat vaksinasi, yang dapat melindungi dari manifestasi penyakit yang paling parah.

Meskipun kematian meningkat, tingkat insiden tujuh hari nasional turun untuk kedua kalinya berturut-turut-menjadi 442,9 orang, dari 452,2 orang pada Selasa (30/11).

Pemerintah federal dan regional Jerman pada Selasa (30/11) sepakat akan mengambil tindakan untuk melawan gelombang keempat COVID-19.

Para ilmuwan dan petugas medis mengkritik tindakan yang diambil terlambat, tetapi para pemimpin diperkirakan akan memutuskan langkah-langkah baru pada Kamis (02/12). Kanselir yang ditunjuk Olaf Scholz mengatakan akan mendukung proposal untuk mengamanatkan vaksinasi COVID-19 untuk semua orang pada tahun depan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 4 Indikator Cegah Penularan Covid-19:

Infografis 4 Indikator Cegah Penularan Covid-19
Perbesar
Infografis 4 Indikator Cegah Penularan Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya