Amerika Serikat Jadi Negara Penghasil Polusi Plastik Terbanyak di Dunia

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 02 Des 2021, 15:02 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 15:02 WIB
Daur Ulang Kemasan Sekali Pakai Bukan Solusi Masalah Sampah Plastik yang Paling Utama
Perbesar
Ilustrasi botol plastik sekali pakai. (dok. Polina Tankilevitch/Pexels.com)

Liputan6.com, Washington D.C - Amerika Serikat sejauh ini merupakan penyumbang sampah plastik global terbesar di dunia, menurut sebuah laporan baru yang diserahkan kepada pemerintah federal pada Rabu (1/11) yang menyerukan strategi nasional untuk mengatasi krisis yang berkembang.

Secara keseluruhan, AS menyumbang sekitar 42 juta ton sampah plastik pada 2016 - lebih dari dua kali lipat China dan lebih dari gabungan negara-negara Uni Eropa, menurut analisis tersebut. Demikian seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis (2/11/2021). 

Rata-rata, setiap orang Amerika menghasilkan 130kg sampah plastik per tahun, dengan Inggris di urutan berikutnya dengan 99kg per orang per tahun, diikuti oleh Korea Selatan dengan 88kg per tahun.

Berjudul Reckoning with the US Role in Global Ocean Plastic Waste, laporan tersebut diamanatkan oleh Kongres sebagai bagian dari Save Our Seas 2.0 Act, yang menjadi undang-undang pada Desember 2020.

“Keberhasilan penemuan plastik yang ajaib di abad ke-20 juga telah menghasilkan banjir sampah plastik skala global yang terlihat di mana-mana kita melihat,” tulis Margaret Spring, chief science officer dari Monterey Bay Aquarium, yang mengetuai komite ahli yang menyusun laporan tersebut.

Dia menambahkan sampah plastik global adalah "krisis lingkungan dan sosial" yang berdampak pada komunitas pedalaman dan pesisir, sungai yang tercemar, danau dan pantai, menempatkan beban ekonomi pada masyarakat, satwa liar yang terancam punah dan perairan yang terkontaminasi yang bergantung pada manusia untuk makanan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Produksi Plastik Meningkat

Ada Plastik Bekas Pengobatan HIV di Tumpukan Limbah Medis di TPS
Perbesar
Pemulung masih saja nekat meski sudah diberitahu jika limbah medis, seperti jarum suntik bekas, berbahaya bagi kesehatan mereka. (Liputan6.com/Panji Prayitno)

Produksi plastik global meningkat dari 20 juta ton pada 1966 menjadi 381 juta ton pada 2015, meningkat 20 kali lipat selama setengah abad, kata laporan itu.

 Awalnya, perhatian pada limbah laut hanya terfokus pada sumber berbasis kapal dan laut, tetapi sekarang diketahui bahwa hampir semua plastik di darat berpotensi mencapai lautan melalui sungai dan aliran air, tambah laporan itu.

Penelitian telah menunjukkan hampir seribu spesies kehidupan laut rentan terhadap belitan plastik atau menelan mikroplastik, yang kemudian membuat jalan mereka melalui jaring makanan kembali ke manusia.

Laporan itu mengatakan sekitar 8 juta ton sampah plastik memasuki dunia setiap tahun, "setara dengan membuang truk sampah sampah plastik ke laut setiap menit".

Pada tingkat saat ini, jumlah plastik yang dibuang ke laut dapat mencapai hingga 53 juta ton per tahun pada tahun 2030, kira-kira setengah dari total berat ikan yang ditangkap dari laut setiap tahun, katanya.

Sebagian alasannya adalah bahwa sementara produksi sampah plastik di limbah padat perkotaan telah meledak, terutama sejak tahun 1980, skala daur ulang tidak terus berlanjut, sehingga semakin banyak plastik yang masuk ke tempat pembuangan sampah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat:

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat
Perbesar
Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya