Iran Sepakat Mulai Pembicaraan Tentang Nuklir dengan AS

Oleh Liputan6.com pada 28 Okt 2021, 18:10 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 18:10 WIB
Ilustrasi bendera Iran (pixabay)
Perbesar
Ilustrasi bendera Iran (pixabay)

Liputan6.com, Teheran - Pada hari Rabu, Amerika Serikat mendesak Iran untuk menunjukkan "itikad baik" karena setuju untuk kembali ke negosiasi, dengan mengatakan Washington percaya bahwa memungkinkan untuk mengadakan kembali kesepakatan nuklir dengan cepat.

Dilansir dari laman France24, Kamis (28/10/2021), negosiator nuklir Iran mengatakan setelah pembicaraan dengan mediator Uni Eropa di Brussels bahwa Teheran telah setuju untuk melanjutkan pembicaraan di Wina bulan depan.

Diskusi ini telah hiatus sejak bulan Juni.

"Kami siap untuk kembali ke Wina, dan kami percaya bahwa masih mungkin untuk segera mencapai dan menerapkan pemahaman tentang kembalinya kepatuhan penuh bersama" dengan kesepakatan nuklir 2015, kata juru bicara Departemen Luar Negeri.

Pembicaraan harus fokus menutup sejumlah kecil masalah yang tetap beredar pada akhir pembicaraan putaran keenam pada bulan Juni," katanya.

"Seperti yang juga telah kami jelaskan, jendela ini tidak akan tetap terbuka selamanya karena Iran terus mengambil langkah nuklir yang provokatif, jadi kami berharap mereka datang ke Wina untuk bernegosiasi dengan cepat dan dengan itikad baik."

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Joe Biden Tawarkan Untuk Kembali pada Kesepakatan Nuklir 2015

Presiden Amerika Serikat Joe Biden (AP)
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (AP)

Presiden Joe Biden telah berulang kali menawarkan untuk kembali ke kesepakatan nuklir yang dicapai pada tahun 2015.

Namun, pemerintahannya sendiri telah mengungkapkan rasa frustasi yang semakin besar atas penundaan yang berkepanjangan, yang datang ketika pemerintah garis keras baru diselesaikan di Teheran.

Kemudian presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan pada 2018 dan memberlakukan sanksi besar-besaran, yang membuat Iran meningkatkan kerja nuklir yang diperebutkan sebagai protes.

 

Reporter: Ielyfia Prasetio

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya