Jokowi Ajak Wujudkan Kawasan Aman dan Sejahtera di Forum KTT ke-16 EAS

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 28 Okt 2021, 11:59 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 11:59 WIB
Presiden Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Oktober 2021.
Perbesar
Presiden Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Oktober 2021. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Upaya penanganan pandemi telah menunjukkan banyak kemajuan. Sekitar 7 miliar dosis vaksin COVID-19 telah disuntikkan dan jumlah kasus baru di tingkat global juga terus menurun sejak bulan Agustus. Hal ini membuka jalan bagi pemulihan ekonomi global yang diyakini tumbuh 5,9 persen pada 2021.

Saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa berbagai capaian tersebut masih rentan dan harus terus dipelihara bersama.

"Penanganan pandemi yang lebih efektif membutuhkan situasi yang kondusif yaitu stabilitas, keamanan dan perdamaian," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, selama pandemi justru terjadi trajektori negatif dalam dinamika geopolitik kawasan. Rivalitas antara kekuatan besar juga terus menjadi permasalahan terbesar sehingga menyulitkan untuk bersatu dan mengambil aksi bersama.

"Tidak ada yang diuntungkan dari berlanjutnya situasi ini dan kita harus segera mengakhirinya," ungkap Jokowi.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belum Ada Upaya Konkret

Presiden Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Oktober 2021. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Perbesar
Presiden Joko Widodo pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 East Asia Summit (EAS) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 27 Oktober 2021. (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada upaya konkret untuk mengakhiri permasalahan tersebut. Padahal 10 tahun lalu, lanjut Presiden, telah disepakati Bali Principles sebagai rules of the game untuk mewujudkan hubungan antar negara yang bersahabat dan saling menguntungkan.

Selain itu, rambu-rambu ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) juga telah didesain untuk menjawab tantangan tersebut.

"Saya yakin semua Pemimpin EAS percaya kerja sama nyata akan membangun rasa saling percaya dan memperkuat saling ketergantungan diantara kita," ujar Jokowi.

Jokowi pun menegaskan pentingnya komitmen penghormatan terhadap hukum internasional untuk menjadikan kawasan dan dunia stabil serta sejahtera. Salah satunya, penghormatan terhadap UNCLOS 1982 yang sangat diperlukan untuk melihat Laut China Selatan sebagai Laut yang damai dan stabil.

"Mari kita perkuat kerja sama, melakukan langkah nyata. Mari kita ubah trust deficit menjadi strategic trust. Mari kita wujudkan kawasan yang lebih aman, yang lebih stabil, dan sejahtera," ucap Jokowi.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya