Akibat Kurangnya Vaksin, WHO Peringatkan Pandemi COVID-19 Bisa Berlangsung hingga 2022

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 21 Okt 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 21 Okt 2021, 11:29 WIB
WHO Umumkan Virus Corona Pandemi Global
Perbesar
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, 11 Maret 2020. WHO menyatakan wabah COVID-19 dapat dikategorikan sebagai "pandemi" karena virus tersebut telah menyebar semakin luas ke seluruh dunia. (Xinhua/Chen Junxia)

Liputan6.com, Jenewa - Pandemi COVID-19 akan "berlangsung selama satu tahun lebih lama dari yang seharusnya" karena negara-negara miskin tidak mendapatkan vaksin yang mereka butuhkan, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dikutip BBC, Kamis (21/10/2021), Dr Bruce Aylward, pemimpin senior di WHO, mengatakan itu berarti krisis Covid dapat "dengan mudah berlarut-larut hingga 2022".

Kurang dari 5% populasi Afrika telah divaksinasi, dibandingkan dengan 40% di sebagian besar benua lain.

Inggris telah mengirimkan lebih dari 10 juta vaksin ke negara-negara yang membutuhkan, dan telah menjanjikan total 100 juta dosis. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Krisis Vaksin

Realisasikan Target 1 Juta Vaksin, Ratusan Karyawan Ritel Ikuti Vaksinasi Covid-19
Perbesar
Petugas medis bersiap melakukan vaksin Covid-19 untuk karyawan ritel di Lippo Plaza Ekalokasari, Bogor, Jabar, Senin (29/03/2021). Layanan vaksinasi karyawan ritel yang berlangsung 2 hari didukung tenaga medis dari RS Siloam Hospitals Bogor dan 3 Puskesmas Kota Bogor. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Dr Aylward mengimbau negara-negara kaya untuk menyerahkan tempat mereka dalam antrian vaksin agar perusahaan farmasi dapat memprioritaskan negara-negara berpenghasilan rendah sebagai gantinya. 

Dia mengatakan negara-negara kaya perlu "menginventarisasi" di mana mereka berada dengan komitmen sumbangan mereka yang dibuat pada pertemuan puncak seperti pertemuan G7 di St Ives musim panas ini.

"Kami benar-benar perlu mempercepatnya atau Anda tahu? Pandemi ini akan berlangsung selama satu tahun lebih lama dari yang seharusnya," ujarnya.

Vaksin Rakyat - aliansi amal - telah merilis angka baru yang menunjukkan hanya satu dari tujuh dosis yang dijanjikan oleh perusahaan farmasi dan negara-negara kaya benar-benar mencapai tujuan mereka di negara-negara miskin.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya