Dubes Prancis Diusir dari Belarusia

Oleh Tommy Kurnia pada 18 Okt 2021, 07:34 WIB
Diperbarui 18 Okt 2021, 07:34 WIB
FOTO: Puluhan Ribu Demonstran Tuntut Presiden Belarusia Mundur
Perbesar
Seorang wanita berlutut di depan barisan polisi antihuru-hara saat mereka memblokir demonstrasi pendukung oposisi Belarusia di Minsk, Belarusia, Minggu (30/8/2020). Puluhan ribu demonstran berkumpul untuk menuntut agar Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengundurkan diri. (AP Photo)

Liputan6.com, Minsk - Duta Besar Prancis Nicolas de Lacoste diusir oleh pemerintah Belarusia. Ia disebut tidak memberikan surat-surat kepercayaan ke Presiden Alexander Lukashenko

Dilaporkan BBC, Senin (18/10/2021), de Lacoste baru diposting di Belarusia pada akhir 2020. Media lokal menyebut dubes Prancis itu memilik menghadap Menteri Luar Negeri Belarusia Vladimir Makei ketimbang Presiden Lukashenko. 

Sekadar informasi, Presiden Lukashenko tidak dianggap oleh para pemimpin Uni Eropa. Kemenangannya  sebagai di pilpres 2020 dituding penuh kecurangan. 

Presiden Lukashenko berkuasa di Belarusia sejak 1994. Gelombang protes masih terjadi di negara itu sejak 2020 karena rakyat menolak presiden yang sudah berkuasa enam periode ini. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Dubes Ucapkan Perpisahan

FOTO: Puluhan Ribu Demonstran Tuntut Presiden Belarusia Mundur
Perbesar
Para pengunjuk rasa berbaring di depan polisi antihuru-hara yang memblokir demonstrasi pendukung oposisi Belarusia di Minsk, Belarusia, Minggu (30/8/2020). Puluhan ribu demonstran berkumpul untuk menuntut agar Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengundurkan diri. (AP Photo)

Kemlu Belarusia memerintahkan Dubes de Lacoste agar meninggalkan Belarusia sebelum 18 Oktober. Ia juga menyiapkan video perpisahan bagi para staf. 

"Ia mengucapkan selamat tinggal kepada para staf dan merekam sebuah pesan video kepada rakyat Belarusia," ujar jubir kedubes Prancis.

Hingga kini, Uni Eropa masih tegas berkata pemilu 2020 tidak jujur dan adil. Meski demikian, Presiden Lukashenko terus melawan pengunjuk rasa.

Kekuasaannnya masih aman berkat dukungan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya