Masjidil Haram Beroperasi Penuh Usai COVID-19 Membaik, Saf Kembali Rapat

Oleh Liputan6.com pada 17 Okt 2021, 16:00 WIB
Diperbarui 17 Okt 2021, 16:00 WIB
Masjidil Haram
Perbesar
Ribuan jemaah melakukan tawaf dan memadati sekitar Kakbah di Masjidil Haram, kota suci Makkah, Arab Saudi pada Rabu (7/8/2019). Kondisi Masjidil Haram menjelang puncak ibadah haji kian dipadati jemaah dari berbagai negara. (Photo by FETHI BELAID / AFP)

Liputan6.com, Makkah - Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi beroperasi dengan kapasitas penuh hari ini, dengan jamaah salat merapatkan saf bahu-membahu untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19 dimulai.

Para pekerja menghapus tanda-tanda lantai yang memandu orang-orang untuk menjaga jarak sosial di dalam dan di sekitar Masjidil Haram, yang dibangun di sekitar Ka'bah, struktur kubik hitam tempat umat Islam di seluruh dunia berdoa.

“Ini sejalan dengan keputusan untuk melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jamaah dan pengunjung Masjidil Haram dengan kapasitas penuh,” lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Orang-orang mulai salat berdampingan, membuat barisan lurus jemaah yang merupakan formasi yang dipuja dalam menunaikan salat, untuk pertama kalinya sejak pandemi COVID-19.

Sementara langkah-langkah jarak sosial dicabut, pihak berwenang mengatakan pengunjung harus sepenuhnya divaksinasi COVID-19 dan harus terus memakai masker di halaman masjid. Namun, Ka’bah tetap tertutup, seperti dilansir dari Malay Mail, Minggu (17/10/2021).

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menerima Turis Asing Untuk Umrah

FOTO: Jemaah Mulai Rangkaian Ibadah Haji 2021
Perbesar
Jemaah mengelilingi Kabah pada awal musim haji di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (17/7/2021). Jemaah haji melakukan tawaf dengan tetap menjaga jarak demi mengantisipasi penyebaran COVID-19. (FAYEZ NURELDINE/AFP)

Arab Saudi mengumumkan pada Agustus bahwa mereka akan mulai menerima orang asing yang divaksinasi yang ingin melakukan umrah.

Umrah dapat dilakukan kapan saja dan biasanya menarik jutaan orang dari seluruh dunia, seperti halnya haji tahunan, yang harus dilakukan oleh Muslim berbadan sehat yang mampu setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka.

Pada Juli, hanya sekitar 60.000 penduduk yang sudah divaksin, diizinkan untuk ikut dalam haji tahunan. Pandemi COVID-19 sangat mengganggu ziarah Muslim, yang biasanya merupakan penghasil pendapatan utama bagi kerajaan yang menghasilkan gabungan US$12 miliar atau setara Rp 168,7 triliun per tahun.

Menjadi tuan rumah ziarah adalah masalah prestise bagi penguasa Saudi, yang menjaga situs-situs paling suci Islam adalah sumber legitimasi politik mereka yang paling kuat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aturan COVID-19 Dilonggarkan

FOTO: Jemaah Mulai Rangkaian Ibadah Haji 2021
Perbesar
Jemaah tiba di Masjidil Haram pada awal musim haji di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu (17/7/2021). Jemaah haji melakukan tawaf dengan tetap menjaga jarak demi mengantisipasi penyebaran COVID-19. (FAYEZ NURELDINE/AFP)

Kerajaan yang dulu tertutup itu mulai mengeluarkan visa turis yang mengizinkan pengunjung asing untuk melakukan lebih dari sekadar ziarah untuk pertama kalinya pada 2019 sebagai bagian dari dorongan ambisius untuk mengubah citra globalnya dan mendiversifikasi pendapatan.

Antara September 2019 dan Maret 2020, 400.000 visa turis di antaranya dikembalikan lantaran adanya pandemi COVID-19 yang menghancurkan momentum itu ketika perbatasan ditutup.

Namun, kerajaan itu perlahan membuka diri, dan sudah mulai menyambut turis asing yang divaksinasi sejak 1 Agustus.

 

Reporter: Cindy Damara

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya