Setelah 19 Bulan, India Kembali Terima Wisatawan Asing

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 15 Okt 2021, 15:30 WIB
Diperbarui 15 Okt 2021, 15:30 WIB
Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis
Perbesar
Sejumlah wisatawan mengunjungi Taj Mahal setelah dibuka kembali untuk pengunjung di Agra, Rabu (16/6/2021). Taj Mahal, yang terkenal sebagai ikonik India telah dibuka kembali untuk umum, ketika negara itu mulai melonggarkan pembatasan Covid-19. (Money SHARMA/AFP)

Liputan6.com, New Delhi - India akan membuka kembali perbatasannya untuk pelancong luar negeri karena melonggarkan pembatasan terkait COVID-19 di tengah penurunan infeksi harian.

Mulai Jumat, (15/10/20210, India akan memberikan visa turis kepada para pelancong yang tiba dengan penerbangan carteran.

Dikutip BBC, Jumat (15/10/2021), fasilitas ini akan diperluas untuk mereka yang tiba dengan penerbangan komersial mulai 15 November.

Turis asing yang mendarat di India pada hari Jumat akan menjadi yang pertama datang ke negara itu dalam 19 bulan.

Tidak ada visa turis yang dikeluarkan sejak Maret 2020 ketika pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi menutup perbatasan negara itu untuk mengendalikan pandemi virus corona. 

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, beberapa visa untuk diplomat dan pejabat bisnis asing telah diaktifkan kembali.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kasus di India Menurun

Taj Mahal
Perbesar
Turis mengunjungi Taj Mahal di Agra, India pada Senin (21/9/2020). Taj Mahal kembali dibuka untuk umum hari ini, Senin (21/9), dalam gerakan simbolis seperti biasa, bahkan ketika India tampaknya akan mengambil alih AS sebagai pemimpin global dalam infeksi Virus Corona COVID-19. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Keputusan untuk mengizinkan wisatawan asing yang diumumkan awal bulan ini, datang pada saat kasus COVID-19 harian India telah menurun. 

Negara ini telah mencatat sekitar 20.000 infeksi positif setiap hari - turun dari puncak 400.000 kasus setiap hari selama gelombang kedua yang menghancurkan yang melanda India pada bulan April dan Mei. 

Lebih dari 70% populasi telah menerima satu dosis vaksin.

Namun, para ahli dan pejabat pemerintah terus memperingatkan agar tidak berpuas diri, dengan mengatakan bahwa tujuan wisata populer dapat bertindak sebagai "super spreader" COVID-19 dari gelombang infeksi ketiga yang, menurut mereka, tidak dapat dihindari.

Pelonggaran pembatasan perjalanan ke luar negeri juga bertepatan dengan dimulainya musim puncak perjalanan India, memicu harapan kebangkitan industri pariwisata yang terhenti.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pariwisata India

Taj Mahal India dibuka kembali untuk turis
Perbesar
Turis mengunjungi Taj Mahal setelah dibuka kembali untuk pengunjung menyusul pelonggaran pembatasan virus corona Covid-19 di Agra, Inida, Rabu (16/6/2021). Taj Mahal ditutup untuk umum pada awal April 2021 ketika India memberlakukan tindakan penguncian ketat. (Money SHARMA/AFP)

Menurut data pemerintah, India hanya menarik 2,74 juta turis asing tahun lalu, turun dari 10,93 juta pada 2019 karena pandemi.

Sektor pariwisata menyumbang hampir 7% terhadap PDB India dan juga bertanggung jawab atas jutaan pekerjaan di sektor perhotelan. Dengan ekonomi yang tidak seperti sebelumnya, India tidak mampu kehilangan devisa berharga yang dibawa oleh pariwisata.

Di bawah pedoman baru, semua visa turis yang dikeluarkan sebelum 15 Oktober akan tidak berlaku. Ini berarti bahwa pelancong yang datang ke India harus mendapatkan visa baru.

"Semua protokol dan norma yang terkait dengan COVID-19 sebagaimana diberitahukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga dari waktu ke waktu, harus dipatuhi oleh turis asing, maskapai yang membawa mereka ke India dan semua pemangku kepentingan lainnya di stasiun pendaratan," menurut pernyataan itu.

Namun, pihak berwenang belum merinci aturan pengujian, vaksinasi, dan karantina untuk para pelancong.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya