Jokowi: Masyarakat Internasional Harus Kawal Transisi Afghanistan yang Damai

Oleh Liputan6.com pada 14 Okt 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 14 Okt 2021, 17:00 WIB
Jokowi Bicara Perkembangan Fintech di IMF-Bank Dunia 2018
Perbesar
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Jokowi mengaku mengacu pada kebijakan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara kelahiran internet. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - KTT Luar Biasa G20 tentang Afghanistan diselenggarakan secara virtual pada tanggal 12 Oktober 2021. KTT yang juga dihadiri oleh Wamenlu RI Mahendra Siregar dan Co-Sherpa G20 Indonesia Dian Triansyah Djani tersebut telah membahas upaya bersama untuk memperkuat koordinasi internasional dan dukungan terhadap PBB dalam mengatasi krisis kemanusiaan, ekonomi, dan keamanan di Afghanistan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa rakyat di Afghanistan juga sama seperti masyarakat di manapun yang mengingingkan perdamaian.

"Sudah sangat lama rakyat Afghanistan mendambakan perdamaian dan hidup normal," demikian sergah Presiden RI Joko Widodo di depan para pemimpin dunia yang tergabung dalam Group of 20 atau G20 seperti dikutip dari situs Kemlu.go.id, Kamis (14/10/2021).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Presiden RI menekankan bahwa "Masyarakat internasional harus mengawal masa transisi ini, menuju Afghanistan yang stabil, damai dan sejahtera."

Presiden RI menekankan pentingnya upaya komunitas internasional, dengan G20 di garda terdepan, untuk melakukan tiga hal. Pertama, menjaga stabilitas dan keamanan termasuk dengan membentuk pemerintah Afghanistan yang inklusif. “Hak semua kelompok, khususnya perempuan, untuk berkontribusi harus diberikan," disampaikan Presiden Jokowi.

Kedua, mengakhiri krisis kemanusiaan di Afghanistan, termasuk mendukung upaya PBB menggalang bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Afghanistan. Serta ketiga, memulihkan aktivitas ekonomi dan pembangunan. Presiden RI menegaskan bahwa, "G20 memiliki peran yang penting dalam menyikapi krisis yang terjadi di Afghanistan."

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Indonesia Berharap G20 Ciptakan Stabilisan di Afghanistan

FOTO: Pidato Virtual Presiden Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB
Perbesar
Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). "Harapan besar masyarakat dunia harus kita jawab dengan langkah nyata, dengan hasil yang jelas," jelas Jokowi. (UN Web TV via AP)

Oleh karenanya, sebagai negara yang secara konsisten mendukung proses perdamaian di Afghanistan, Indonesia mengharapkan agar G20 dapat menciptakan stabilitas di Afghanistan, mengatasi krisis kemanusiaan dan mendukung pemulihan dan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Afghanistan.

KTT Luar Biasa G20 tentang Afghanistan ini merupakan inisiatif dari Italia sebagai Presidensi G20 tahun 2021. P

artisipasi Presiden RI pada KTT tersebut berangkat dari kepedulian Indonesia yang mendalam untuk mewujudkan stabilitas dan perdamaian serta mendukung kesejahteraan bagi rakyat Afghanistan. KTT dihadiri oleh para pemimpin dunia termasuk PM Italia Mario Draghi dan Presiden AS Joe Biden, serta Sekjen PBB Antonio Guterres.

Sebagai catatan, Indonesia secara konsisten telah mendukung Afghanistan melalui berbagai program peningkatan kapasitas, pelatihan teknis ataupun beasiswa. Sejak 2006 hingga 2019, bantuan capacity building Indonesia di berbagai bidang telah mencapai setidaknya 555 pejabat Pemerintah dan warga Afghanistan.

Terakhir, Menlu Retno Marsudi di depan sidang PBB virtual tanggal 13 September 2021 telah menyatakan komitmen Indonesia untuk menyalurkan bantuan senilai USD 3 juta bagi Afghanistan, termasuk untuk bantuan darurat kemanusiaan dan pembangunan masa depan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya