Bebas Karantina COVID-19 Diperluas, Web Singapore Airlines Eror Akibat Lonjakan Pemesanan

Oleh Liputan6.com pada 12 Okt 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 12 Okt 2021, 10:49 WIB
Singapore Airlines
Perbesar
SilkAir akan bergabung dengan Singapore Airlines. (dok. singaporeair.com/Henry)

Liputan6.com, Jakarta - Situs web Singapore Airlines Ltd. dilaporkan sempat tidak aktif selama akhir pekan kemarin.

Agen perjalanan melihat lonjakan permintaan penerbangan yang tinggi setelah negara tersebut mengumumkan rencananya untuk mulai membebaskan karantina bagi para pelancong, dengan menerima lebih banyak negara pada awal pekan depan.

"Permintaan melonjak lebih dari lima kali lipat dari biasanya. Korea Selatan dan negara-negara Eropa adalah salah satu tujuan favorit," Kata Jeremiah Wong, manajer komunikasi pemasaran senior agen perjalanan pada situs web Chan Brothers Travel seperti dikutip dari Hindustan Times, Selasa (12/9/2021).

"Warga Singapura haus akan perjalanan melancong ke luar negeri dan mereka sangat menantikan liburan setelah beberapa dari mereka menunda sekian lamanya."

Pemerintah pada hari Sabtu memperluas daftar negara yang memenuhi syarat untuk perjalanan bebas karantina ke sembilan tempat lagi. Pelancong yang sudah vaksinasi COVID-19 dari AS, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, Belanda, Spanyol, dan Denmark akan diizinkan masuk tanpa harus dikarantina mulai 19 Oktober.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Permintaan Pelanggan yang Tinggi

Singapore Airlines
Perbesar
Pesawat Boeing 787-10 tiba di Singapura, Pesawat tersebut merupakan pesawat Boeing terbaru di dunia yang akan digunakan oleh Singapore Airlines (SIA). (Liputan6.com/ Unoviana Kartika)

Singapore Airlines mengatakan telah melihat "permintaan yang sangat tinggi" untuk penerbangan dan dari pihaknya membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk menanggapi pertanyaan dari para pelanggan. Situs web itu juga menunjukkan bahwa tarif di beberapa rute jalur perjalanan telah meningkat.

Saham maskapai melonjak sebanyak 9,6% pada hari Senin, kenaikan terbesar mereka dalam 11 bulan. 

"Situs web kami untuk sementara waktu mengalami masalah teknis selama beberapa menit pada 9 Oktober," kata juru bicara maskapai.

"Pelanggan sekarang ini sudah bisa mengakses situs web Singapore Airlines dan memeriksa jadwal penerbangan kami dan memesan penerbangan."

Singapura diketahui telah beralih ke COVID-Zero dan membuka perbatasannya ke beberapa negara termasuk AS dan Inggris, didukung oleh tingkat vaksinasi yang tinggi, lebih dari 80% populasi sepenuhnya diinokulasi terhadap Virus Corona COVID-19.


Memperluas Daftar Negara

Makan di Kabin A380 Singapore Airlines
Perbesar
Awak Singapore Airlines tiba untuk bertugas selama makan siang perdana di Restaurant A380 @Changi di pesawat Airbus A380, di Bandara Internasional Changi, 24 Oktober 2020. Maskapai penerbangan ini mengubah salah satu pesawatnya menjadi sebuah restoran mewah. (ROSLAN RAHMAN/AFP)

Pemerintah Singapura pada hari Sabtu memperluas daftar negara yang memenuhi syarat untuk perjalanan bebas karantina ke sembilan negara lagi. Para pelancong yang sudah divaksinasi dari AS, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, Belanda, Spanyol, dan Denmark akan diizinkan masuk tanpa harus dikarantina mulai 19 Oktober mendatang. 

Mereka yang berasal dari Korea Selatan akan dapat berkunjung melalui sebuah jalur yang disebut  'vaccinated travel line' dari 15 November. 

Singapura memulai peraturan serupa dengan Jerman dan Brunei bulan lalu.

Singapura juga mengurangi separuh jumlah tes COVID-19 yang harus dilakukan oleh orang yang datang, dari empat tes sekarang hanya menjadi dua sehingga membuat perjalanan jadi jauh lebih terjangkau.

Menteri Perhubungan, S. Iswaran mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television pada hari Senin bahwa kapasitas bisa lebih ditambahkan. Rute perjalanan dengan negara lain termasuk Australia, Selandia Baru dan Jepang juga sedang dipertimbangkan, katanya.

Penulis : Azarine Natazia


Infografis Terhantam Covid-19, Singapura Masuk Jurang Resesi Ekonomi

Infografis Terhantam Covid-19, Singapura Masuk Jurang Resesi Ekonomi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Terhantam Covid-19, Singapura Masuk Jurang Resesi Ekonomi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya