2 Oktober 1968: Baku Tembak Sehari Sebelum Olimpiade Meksiko, 25 Orang Tewas

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 02 Okt 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 02 Okt 2021, 06:00 WIB
Olimpiade Meksiko 1968 (Wikipedia/Creative Commons)
Perbesar
Olimpiade Meksiko 1968 (Wikipedia/Creative Commons)

Liputan6.com, Mexico City - Lebih dari 25 orang tewas dalam baku tembak di Mexico City hanya beberapa hari sebelum Olimpiade dimulai.

Dikutip dari laman BBC, Sabtu (2/10/2021), ribuan mahasiswa berkumpul untuk pertemuan yang diselenggarakan oleh Dewan Pemogokan Nasional di La Plaza de las Tres Culturas di Tlatelolco untuk memprotes pendudukan militer di Institut Politeknik Nasional, Meksiko.

Para pengunjuk rasa, banyak dari mereka adalah wanita dan anak-anak, telah berencana untuk berbaris melalui pinggiran kota kelas pekerja, tetapi pada sore hari personel militer dengan kendaraan lapis baja telah mengepung alun-alun.

Pemerintah Meksiko mengatakan "kelompok agitator" di antara para mahasiswa mulai menembaki massa dari gedung-gedung, yang mengakibatkan baku tembak selama 90 menit.

Jenderal Marcelino Garcia Barragan, Menteri Pertahanan Meksiko mengatakan, tentara mulai menembaki kerumunan untuk membela diri setelah mereka menemukan diri mereka menjadi sasaran tembakan penembak jitu dari gedung-gedung di alun-alun.

Tetapi beberapa saksi mata mengklaim tentara memasuki alun-alun dengan tujuh atau delapan tank lapis baja dan mulai menembak terlebih dahulu.

Setelah pertempuran mereda, puluhan jenazah tergeletak berserakan di alun-alun, banyak lagi yang terluka.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

500 Orang Ditangkap

Bendera Meksiko (AP/Marco Ugarte)
Perbesar
Bendera Meksiko (AP/Marco Ugarte)

Kekerasan tersebut menyusul demonstrasi selama berminggu-minggu oleh mahasiswa yang menuntut reformasi demokrasi dan keadilan sosial.

Mereka telah menggunakan fokus internasional di Mexico City karena Olimpiade untuk mempromosikan pesan mereka.

Pada September di tahun itu, Presiden Gustavo Díaz Ordaz, dalam upaya untuk menekan protes dan menyebabkan gangguan minimal pada Olimpiade, memerintahkan pendudukan militer Institut Politeknik Nasional di Mexico City.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya