Korea Utara Tembakkan Proyektil ke Laut Jepang, Korsel-AS Memantau

Oleh Tanti Yulianingsih pada 28 Sep 2021, 09:26 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 09:31 WIB
Ilustrasi Korea Utara (AFP)
Perbesar
Ilustrasi Korea Utara (AFP)

Liputan6.com, Seoul - Korea Utara telah menembakkan setidaknya satu proyektil di perairan Jepang, menurut militer Korea Selatan.

Mengutip laporan BBC, proyektil itu disebutkan diluncurkan Selasa (28/9/2021) pagi dan mendarat di Laut Jepang yang juga dikenal sebagai Laut Timur.

Awal bulan ini Korea Utara meluncurkan apa yang dikatakan sebagai rudal jelajah baru, dan juga menembakkan rudal balistik di perairan yang sama.

Peluncuran terbaru pada hari Selasa dilakukan beberapa hari setelah Korut menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam pembicaraan damai dengan Korea Selatan.

Media Jepang mengutip kementerian pertahanan Korsel yang mengatakan bahwa proyektil itu mungkin rudal balistik, yang dilarang di bawah sanksi PBB.

Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan mereka sedang memantau insiden tersebut bersama dengan para pejabat AS.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Korea Utara: Masih Ada Harapan Berdamai dengan Korea Selatan

Pasukan Korut dan Korsel saling berhadap-hadapan di Panmunjom, DMZ
Perbesar
Pasukan Korut dan Korsel saling berhadap-hadapan di Panmunjom, DMZ (AP Photo/Lee Jin-man)

Sebelumnya, Korea Utara dilaporkan bersedia mempertimbangkan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan Korea Selatan, kata kantor berita negara KCNA pada Sabtu (25/9), mengutip Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Saat itu, Korea Selatan menyambut baik prospek pertemuan tersebut.

Dilansir CNN, Senin (27/9/2021), Kementerian Unifikasi Korea mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan untuk segera terlibat dalam pembicaraan dengan Pyongyang, dan mendesak kebutuhan untuk memulihkan hubungan hotline antara keduanya.

Komentar itu muncul sehari setelah Korea Utara mendesak Amerika Serikat dan Korea Selatan pekan lalu untuk meninggalkan kebijakan bermusuhan dan standar ganda mereka, jika pembicaraan formal akan diadakan untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953.

Pencarian senjata nuklir Korea Utara telah memperumit pertanyaan tentang akhir resmi perang, yang dihentikan dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai, membuat pasukan PBB yang dipimpin AS secara teknis masih berperang dengan Utara.

"Saya pikir hanya ketika ketidakberpihakan dan sikap menghormati satu sama lain dipertahankan, dapat ada pemahaman yang lancar antara utara dan selatan," kata Kim Yo-jong, yang merupakan orang kepercayaan Kim Jong-un.

Selengkapnya di sini...

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya