Prancis Berencana Lipat Gandakan Bantuan Vaksin COVID-19 ke Negara Miskin

Oleh Liputan6.com pada 28 Sep 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 28 Sep 2021, 07:30 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron (AP/Phillipe Wojazer)
Perbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron (AP/Phillipe Wojazer)

Liputan6.com, Paris - Prancis berencana menggandakan jumlah dosis vaksin COVID-19 yang akan disumbangkan ke negara-negara miskin menjadi 120 juta dosis. Presiden Prancis Emmanuel Macron menjanjikan hal itu pada Sabtu (25/9), dalam siaran video yang ditayangkan saat konser Global Citizen di Paris. ​

"Ketidakadilan yang ada yaitu bahwa di benua lain, jelas, vaksinasi sangat terlambat," ujarnya. "Kita harus bergerak lebih cepat, lebih kuat."

"Prancis berjanji menggandakan jumlah dosis yang disumbangkan," tambahnya.

"Kami akan meningkatkannya dari 60 juta menjadi 120 juta dosis."

Angka itu lebih banyak dari jumlah dosis vaksin yang telah diberikan di Prancis sendiri, katanya.

Pada Rabu (22/9), AS mengumumkan akan menggandakan sumbangan dosis vaksinnya, sehingga totalnya menjadi 1,1 miliar dosis.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Semua Pihak Mesti Turun Tangan

FOTO: Joe Biden Resmi Akhiri Perang Amerika Serikat di Afghanistan
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara tentang berakhirnya perang di Afghanistan dari Ruang Makan Negara Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Selasa (31/8/2021). Biden mengatakan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan merupakan pilihan terbaik. (AP Photo/Evan Vucci)

Presiden AS Joe Biden menggambarkan pandemi sebagai "krisis di mana semua pihak turun tangan," dan menambahkan bahwa "kita membutuhkan negara-negara berpenghasilan tinggi lainnya untuk mewujudkan ambisi mereka sendiri."

Uni Eropa telah berkomitmen mendistribusikan 500 juta dosis vaksin.

Sementara Presiden China Xi Jinping, dalam siaran videonya di PBB pada hari Selasa (21/9), menjanjikan total dua miliar dosis pada akhir tahun ini, mengulangi kembali angka yang telah disampaikan otoritas China.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya