COVID-19 di China Melonjak, Warga Diminta Tinggal di Rumah Selama Liburan

Oleh Liputan6.com pada 26 Sep 2021, 13:02 WIB
Diperbarui 26 Sep 2021, 13:02 WIB
Cegah Kenaikan Kasus COVID-19, China Perketat Pembatasan
Perbesar
Orang-orang berjalan melintasi jembatan penyeberangan di lingkungan dengan dugaan kasus virus corona di Beijing (15/9/2021). China memperketat penguncian dan meningkatkan pesanan untuk pengujian massal di kota sepanjang pantai timurnya di tengah lonjakan kasus COVID-19. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Fujian - Sebuah kota di China Tenggara dilanda COVID-19 selama masa liburan. Pada Sabtu (18/9), otoritas meminta penduduk diminta untuk tinggal di rumah selama liburan dan menutup berbagai tempat.

Dalam sebuah rangkaian pemberitahuan, pemerintah Xiamen menghimbau agar penduduk tidak meninggalkan rumah jika tidak perlu, menutup taman, wisata alam, tempat olahraga, dan kegiatan massal termasuk tur, pameran, dan pertunjukan.

Dilansir dari laman The Straits Times, Minggu (26/9/2021), langkah-langkah tersebut – lebih ringan dari kuncitara penuh – diterapkan pada hari pertama liburan Festival Pertengahan Musim Gugur yang berlangsung selama 4 hari, musim liburan di seluruh China.

Xiamen, kota indah dengan 5 juta jiwa penduduk adalah salah satu dari 4 kota di provinsi Fujian – hotspot COVID-19 terbaru China – yang telah melaporkan kasus dalam beberapa hari terakhir.

Pengunjung Xiamen memerlukan izin untuk masuk, lalu lintas kendaraan yang tidak penting dilarang masuk, makan di restoran, kafe, dan tempat lainnya pun dilarang.

Pusat transportasi untuk China Tenggara, Xiamen telah melaporkan 92 infeksi COVID-19 menular secara lokal dalam seminggu terakhir.

Angka tesebut sekitar setengah dari jumlah kota di dekatnya, Putian, di mana infeksi COVID-19 pertama dilaporkan pada 10 September.

Kedua kota memulai tes COVID-19 mencakup serluruh kota pada hari Selasa.

Sejak 10 September, provinsi Fujian telah melaporkan 292 infeksi COVID-19.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Wabah Memukul Mundur Beberapa Sektor

FOTO: Corona Mereda, Kota Terlarang China Kembali Dibuka
Perbesar
Para pengunjung mengenakan masker saat mengunjungi Kota Terlarang, Beijing, China, Jumat (1/5/2020). Kota Terlarang kembali dibuka setelah ditutup lebih dari tiga bulan karena pandemi virus corona COVID-19. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Wabah terjadi menjelang liburan hari nasional selama seminggu yang dimulai pada 1 Oktober, di mana kunjungan turis jauh lebih banyak daripada festival Pertengahan Musim Gugur.

Wabah domestik terakhir pada akhir Juli hingga Agustus menyebar ke puluhan kota di China, merupakan pukulan keras untuk sektor pariwisata, perhotelan, dna transportasi China.

Pada hari Sabtu, China melaporkan 46 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi untuk 17 September, dibandingkan dengan 84 hari sebelumnya, menurut Komisis Kesehatan Nasional.

Dari infeksi baru, 31 ditrasmisikan secara lokal, yang semuanya berada di povinsi tenggara Fujian, ujar otoritas kesehatan. Itu dibandingkan dengan 62 kasus lokal sehari sebelumnya.

China melaporkan 17 kasus baru infeksi COVID-19 tanpa gejala yang tidak diklasifikasikan sebagai infeksi yang dikonfirmasi, dibandingkan dengan 20 kasus sehari sebelumnya.

Tidak ada kemarian baru yang dilaporkan.

Pada 17 September, China telah mencatat 95.623 kasus yang dikonfirmasi, dengan jumlah kematian kumulatif tidak berubah pada 4.636.

 

Reporter: Ielyfia Prasetio 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya