Pemerintah AS Terancam Tutup, Menkeu Minta Plafon Utang Naik

Oleh Tommy Kurnia pada 25 Sep 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2021, 07:00 WIB
Cerita Cinta Joe Biden, Lamaran Ditolak 5 Kali Sebelum Diiyakan Jill
Perbesar
Joe Biden dan istri. (dok. Andrew Harnik / POOL / AFP)

Liputan6.com, Washington, DC - Pemerintah Amerika Serikat (AS) terancam tutup (government shutdown) karena masalah utang. Menteri Keuangan Janet Yellen mendesak agar pemerintah segera menaikkan plafon utang agar anggaran bisa berjalan lancar. 

Butuh suara mayoritas di Senat agar hal itu bisa terwujud. Partai Demokrat saat ini menguasai Senat, tetapi mereka masih butuh 10 suara senator Partai Republik agar plafon utang negara bisa naik.

Partai Republik menolak wacana menaikkan plafon utang. Senator Mitch McConnell yang menjadi tokoh pimpinan partai berkata Partai Demokrat harus mencari ide agar proposal mereka lolos.

"Mereka memiliki DPR, Senat, dan kepresidenan. Ini tanggung jawab mereka untuk memerintah," ujar Senator McConnell kepada The Washington Post, dikutip Jumat (24/9/2021).

Penolakan dari Senator McConnell bisa berdampak pada government shutdown. Pasalnya, Partai Demokrat sedang bermanuver dengan cara mengikat proposal kenaikan utang dengan anggaran pemerintah.

Hal itu  ditentang Partai Republik. CNBC menyebut Senator McConnell ingin dua hal tersebut dipisah, dan ia siap mendukung terkait anggaran saja.

The Washington Post mencatat bahwa anggaran itu nantinya akan dipakai untuk membayar utang dari era Presiden Donald Trump juga.

Di AS, Kemenkeu harus meminta izin Kongres agar bisa menaikkan plafon utang jika diperlukan. Apabila kini hal itu tak dapat terjadi, ada kemungkinan AS bakal mengalami resesi.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Main Api?

FOTO: Joe Biden Sampaikan Capaian 100 Hari Kepemimpinannya di Kongres AS
Perbesar
Presiden Joe Biden berpidato didampingi Wakil Presiden Kamala Harris dan Ketua DPR Nancy Pelosi di Kongres, US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Rabu (28/4/2021). Joe Biden menetapkan arah untuk agenda lain dalam beberapa bulan mendatang. (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)

Senator Chuck Schumer yang menjadi tokoh pimpinan Partai Demokrat di Senat menuding bahwa Partai Republik sedang bermain api. Manuver Partai Republik disebut bisa merugikan rakyat AS. 

"Ini bermain dengan api. Bermain-main dengan plafon utang adalah bermain api dan meletakkannya di punggung rakyat Amerika," jelas Senator Schumer.

Pada awal September ini, Menkeu Yellen juga sudah mengirimkan pesan kepada pimpinan DPR dan Senat AS mengenai pentingnya menaikkan plafon. 

Janet Yellen berkata sudah mengambil langkah dengan cara mensuspens investasi ke beberapa program pemerintah, seperti di dana pensiunan. Akan tetapi, kebijakan itu diprediksi hanya bertahan hingga Oktober saja. 

"Sekalinya semua tindakan itu dan uang tunai di tangan kita sepenuhnya habis, Amerika Serikat tidak akan bisa memenuhi obligasinya untuk pertama kalinya dalam sejarah," jelas Yellen.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya