Amazon Lobi Pemerintah AS untuk Melegalkan Ganja

Oleh Liputan6.com pada 23 Sep 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 23 Sep 2021, 17:00 WIB
Ilustrasi ganja/ Pexels
Perbesar
Ilustrasi ganja (Foto oleh Aphiwat chuangchoem dari Pexels)

Liputan6.com, Washington - Amazon sedang melobi pemerintah AS untuk melegalkan ganja dan untuk mendukung undang-undang yang akan menghapus pelanggaran terkait ganja dari catatan kriminal.

Awal tahun ini, raksasa e-commerce, Amazon mengumumkan bahwa mereka akan mengecualikan jenis narkoba itu dari program penyaringan pra-kerja, serta mengembalikan kelayakan mantan karyawan dan pelamar yang telah dites positif narkoba.

Perusahaan terbesar kedua di AS itu mengatakan ada tiga alasan utama di balik langkah tersebut, termasuk meningkatnya legalisasi di banyak negara bagian di seluruh Amerika yang membuat penyaringan tidak adil. Demikian seperti dikutip dari Sky News, Kamis (23/09/2021).

Namun, itu juga menyoroti data yang menunjukkan pengujian pra-kerja untuk penggunaan ganja secara tidak adil yang berdampak pada orang kulit hitam, serta bahwa dengan menghapus penyaringan terkait hal tersebut, perusahaan akan memperluas kumpulan pelamarnya dan mempekerjakan staf yang lebih baik.

"Secara historis, ketentuan pidana ganja telah ditegakkan secara tidak adil pada orang kulit hitam, melanggengkan lingkaran setan penahanan berlebihan, kemiskinan, kondisi kesehatan, dan hambatan lain untuk pekerjaan dan peluang ekonomi," kata perusahaan itu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pelamar Kerja Meningkat Ketika Tidak Ada Pengujian Ganja

Ilustrasi-Ganja
Perbesar
Ilustrasi Ganja (Liputan6.com)

Menurut laporan Bloomberg News, ketika Amazon mulai secara terbuka menginformasikan bahwa mereka tidak akan menguji pelamar untuk penggunaan ganja, ada peningkatan jumlah empat kali lipat.

"Kami sangat antusias dengan momentum penting di negara ini untuk mengakui bahwa status quo hari ini tidak adil dan tidak dapat dipertahankan," kata perusahaan itu dalam sebuah unggahan di blog.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan Kongres dan pendukung lainnya untuk mengamankan reformasi yang diperlukan dari undang-undang ganja negara," tambah perusahaan tersebut, tepat di atas formulir umpan balik yang menanyakan kepada pengunjung seberapa bermanfaat pengumuman tersebut terhadap pandangan mereka ke perusahaan.

Perusahaan ini melobi untuk mendukung Undang-Undang Investasi Kembali dan Penghapusan Peluang Mariyuana tahun 2021 serta Undang-Undang Administrasi dan Peluang Cannabis.

Ini akan menghapus ganja dari Controlled Substance Act dan mengenakan pajak atas penjualannya, mulai memulihkan beberapa kerusakan yang terjadi pada komunitas yang sangat terpengaruh.

 

Reporter: Cindy Damara

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya