22 September 2021: Total 229,5 Juta Kasus COVID-19 di Dunia, Indonesia?

Oleh Tommy Kurnia pada 22 Sep 2021, 16:44 WIB
Diperbarui 22 Sep 2021, 16:47 WIB
FOTO: DJ Iringi Vaksinasi Virus Corona COVID-19 di Berlin
Perbesar
Seorang DJ tampil saat orang-orang tiba untuk menerima vaksinasi virus corona COVID-19 di pusat vaksinasi Arena Treptow, Berlin, Jerman, Senin (9/8/2021). Vaksinasi dengan diiringi musik DJ tersebut berlangsung pada malam yang panjang di tengah pandemi COVID-19. (John MACDOUGALL/POOL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Total kasus COVID-19 di dunia mencapai 229,5 juta berdasarkan data Johns Hopkins University, Rabu (22/9/2021). Selama 28 hari terakhir, ada 16,1 juta kasus baru di dunia.

Total angka kematian yang tercatat mencapai 4,7 juta, dan selama 28 hari ada 254 ribu orang yang meninggal. Sementara itu, ada 5,9 miliar dosis vaksin COVID-19 yang disalurkan.

Kasus di Amerika Serikat (AS) masih berada di kisaran 42 juta, selanjutnya ada India dengan total 33,5 juta kasus.

Kondisi pandemi di negara tetangga Indonesia seperti negeri jiran Malaysia dan Filipina yang sedang meroket. Dalam 28 hari terakhir, ada setengah juta kasus corona baru di kedua negara itu.

Hal itu berbeda dengan Indonesia yang kasus barunya turun menjadi 187 ribu infeksi Virus Corona COVID-19 selama 28 hari terakhir. Yang tinggi hanya kasus suspek yang terus meningkat hingga nyaris 400 ribu kasus.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Antisipasi Gelombang Ketiga di RI

Penumpang MRT Wajib Pakai Masker
Perbesar
Calon penumpang mengenakan masker saat menunggu datangnya kereta di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (6/4/2020). PT MRT Jakarta tak akan menerima penumpang tanpa menggunakan masker seusai seruan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Masyarakat diminta tetap mewaspadai gelombang ketiga COVID-19 meski kasus COVID-19 di Indonesia terkendali saat ini. Kepatuhan menjalankan protokol kesehatan dan menaati kebijakan Pembatasan Protokol Kesehatan Masyarakat (PPKM) tetap harus dilakukan.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito, menilik pola lonjakan kasus (gelombang COVID-19) di Indonesia yang berselang 3 bulan dari lonjakan di negara lain, masyarakat harus waspada. Meski demikian, Wiku tak menyebut secara detail bulan apa yang dimaksud.

"Saat ini, lonjakan COVID-19 terjadi negara lain, seperti India, Malaysia, dan Jepang. Maka, kita harus waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, agar tidak menyusul lonjakan (gelombang) ketiga dalam beberapa bulan ke depan," terang Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 21 September 2021.

Pola kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia, lanjut Wiku Adisasmito, relatif lebih lambat dari kenaikan kasus dunia. Apalagi menjelang masa libur akhir tahun.

"Kita perlu mewaspadai kondisi dunia yang saat ini tengah mengalami third wave (gelombang ketiga). Pada pola second wave (gelombang kedua) di Indonesia, di mana terdapat jeda 3 bulan (setelah lonjakan di dunia), perlu kita antisipasi," tegasnya.

"Ini mengingat dalam 3 bulan ke depan, kita akan kembali memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2022."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis COVID-19:

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya