Duta Besar Uni Eropa Untuk RI: Peluang Investasi di Indonesia Masih Sangat Menjanjikan

Oleh Liputan6.com pada 21 Sep 2021, 19:28 WIB
Diperbarui 21 Sep 2021, 19:29 WIB
Julien Steimer, Vincent Piket, serta Bahlil Lahadalia dalam webinar pada 21 September 2021
Perbesar
Julien Steimer, Vincent Piket, serta Bahlil Lahadalia dalam webinar pada 21 September 2021

Liputan6.com, Jakarta - Webinar yang diselenggarakan EuroCham pada 21 September 2021 dibuka dengan sambutan dari Julien Steimer selaku Ketua EuroCham, Vincent Piket selaku Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, serta key speech oleh Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi Republik Indonesia/Kepala BKPM.

Dalam kesempatan tersebut, Vincent Piket mengungkapkan rasa senangnya melihat kerja sama yang terus terjalin antara EuroCham dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Webinar hari itu mendai kerjasama tahun kelima antara Eropa dan Indonesia.

"Saya juga senang sekali karena investor Eropa dalam hal ini juga merasa peluang investasi di Indonesia masih sangat menjanjikan. Dan perusahaan-perusahaan Eropa berencana untuk terus beroperasi di Indonesia untuk waktu yang lama," kata Vincent Piket.

Vincent Piket melihat bahwa pemerintah Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk menjalankan reformasi yang ditunjukakn oleh UU cipta kerja yang memperkenalkan liberalisasi di rezim investasi Indonesia. Selain itu juga memudahkan bisnis, meningkatkan akses keahlian, dan memastikan bahwa perlindungan lingkungan juga dijalankan.

Investasi Uni Eropa termasuk untuk UMKM akan memberikan modal, teknologi, inovasi, pengetahuan, transfer keahlian, dan pengembangan SDM yang tentunya membutuhkan kerjasama jangka panjang.

Uni Eropa menyediakan pembiayan melalui program ARISE Plus Indonesia dengan total pembiayan mencapai 15 juta euro atau setara dengan 251 miliar rupiah dan sudah dijalankan sejak 2019 serta mencakup berbagai macam kebijakan perdagangan, pemulihan ekonomi pasca pandemi, dan seterusnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pertumbuhan Foreign Direct Investment Indonesia

Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi Republik Indonesia/Kepala BKPM
Perbesar
Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi Republik Indonesia/Kepala BKPM

COVID-19 telah mempu mengubah semua proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Termasuk Indonesia.

Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil melakukan beberapa upaya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, diantaranya adalah investasi. Hal tersebut dibuktikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuantal kedua, tumbuh 7,07 dengan kontribusi konsumsi sebesar 57% dan investasi 31%.

"Kami menyadari bahwa di era pandemi, hampir disemua negara membutuhkan, bahkan saling berkompetisi untuk mempromosikan negaranya  dalam rangka mendatangkan foreign direct investment," kata Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi Republik Indonesia/Kepala BKPM.

Ia kemudian menyampaikan target investasi Indonesia untuk tahun 2021 mencapai 900 triliun rupiah. Hingga saat ini, telah terealisasi sebesar 49,6% dan diantaranya 50,5% adalah foreign direct investment.

Hal itu membuktikan bahwa rasa pecaya dunia pada Indonesia perlahan membaik dan itu dapat dilihat dari kuartal pertama di mana Swiss termasuk 5 besar negara yang berinvestasi di Indonesia. Pada kuartal kedua, Belanda masuk pada urutan 3 besar.

 

Reporter: Ielyfia Prasetio

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya