Demi Selamatkan Anak, Ibu yang Terdampar di Laut Menyusui Hingga Meninggal

Oleh Tanti Yulianingsih pada 17 Sep 2021, 18:35 WIB
Diperbarui 17 Sep 2021, 18:35 WIB
Ilustrasi Ibu Menyusui
Perbesar
Ilustrasi ibu menyusui. (dok. Unsplash.com/sickhews)

Liputan6.com, Caracas - Berkat menyusui buah hatinya saat terdampar di kapal, seorang ibu rela meregang nyawa. Ini kisah nyata.

Adalah seorang wanita dari Venezuela yang dipuji karena rela membuat pengorbanan tertinggi untuk menyelamatkan anak-anaknya, setelah kapal yang mereka tumpangi karam dan hanyut di laut selama empat hari.

Mariely Chacón yang berusia 40 tahun berada di kapal Thor bersama putranya yang berusia 6 tahun dan putrinya yang berusia 2 tahun, untuk pelayaran yang menyenangkan dari Higuerote ke Pulau Tortuga, di negara bagian Miranda, Venezuela, menurut Univision yang dikutip dari News Week, Jumat (17/9/2021).

Pelayaran suka cita pada 3 September berubah menjadi bencana bagi sembilan orang di dalamnya, ketika gelombang besar membelah lambung kapal.

Chacón terombang-ambing dengan anak-anak dan pengasuh yang berusia 25 tahun, Verónica Martinez. Saat mereka di bawah terik matahari, Chacón memutuskan bahwa anak-anaknya akan diselamatkan dengan cara apa pun. Dia meminum air seninya sendiri dan berusaha menjaga mereka agar tetap terhidrasi dengan cara menyusui sang buah hati.

Ketika anak-anak yang kelelahan akhirnya ditemukan oleh pihak berwenang empat hari kemudian, mereka tengah berpegangan pada tubuh ibu mereka di sekoci kecil.

Sang pengasuh, Martinez ditemukan di kotak es kosong dan selanjutnya dirawat di rumah sakit. Anak-anak itu dirawat di sebuah klinik di ibu kota Caracas, menurut laporan yang beredar.

Lima orang lainnya yang berada di dalam kapal masih hilang, termasuk Remis Clambor, suami Chacón dan ayah dari anak-anaknya, beberapa teman pasangan itu dan seorang anggota kru.

Sebuah sumber kedokteran forensik yang dikutip oleh surat kabar La República mengatakan organ vital sang ibu telah kolaps karena kekurangan elektrolit. Hal ini disebabkan oleh dehidrasi yang mungkin dipercepat oleh aktivitas menyusui.

Humberto Chacón, ayah wanita itu, mengatakan perjalanan dengan kapal itu "hanyalah perjalanan keluarga untuk menghibur anak-anak," tambah publikasi itu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemakaman Sang Ibu

Ilustrasi meninggal, kematian, makam, kuburan
Perbesar
Ilustrasi meninggal, kematian, makam, kuburan. (Photo by Suzy Turbenson on Unsplash)

Pemakaman Mariely Chacón diadakan pada 11 September di ibu kota Venezuela dan kebaktiannya disiarkan di YouTube. Banyak yang memposting di media sosial untuk memberi penghormatan atas pengorbanannya.

Seorang netizen berkomentar bahwa rasa cinta seorang ibu "bisa melakukan segalanya."

Seorang pengguna yang menambahkan tagar #MarielyChacon memposting: "Saya tidak memiliki hak istimewa untuk bertemu dengan Anda," menambahkan bahwa "hari-hari terakhir hidup Anda berbicara banyak tentang apa yang ada di hati Anda yang indah, Anda adalah cahaya dalam keabadian."

Pihak berwenang Venezuela telah mengakui bahwa ada sedikit kemungkinan untuk menemukan orang-orang yang hilang itu hidup-hidup. Namun, Emily Dos Santos, saudara kembar dari salah satu korban hilang (lima orang), merilis sebuah video pada 9 September mengatakan dia masih percaya mereka bisa diselamatkan.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya