19 Penambang China Ditemukan Meninggal Setelah 1 Bulan Terjebak di Tambang Batu Bara

Oleh Liputan6.com pada 15 Sep 2021, 09:04 WIB
Diperbarui 15 Sep 2021, 09:04 WIB
Ilustrasi meninggal, kematian, makam, kuburan
Perbesar
Ilustrasi meninggal, kematian, makam, kuburan. (Photo by davide ragusa on Unsplash)

Liputan6.com, Beijing - 19 orang penambang China yang terperangkap di bawah tanah ketika tambang batu bara runtuh bulan lalu ditemukan tewas pada Senin (13/9).

Mereka ditemukan setelah upaya penyelamatan besar-besaran dilakukan.

Melansir dari laman Barrons, Rabu (15/9/2021), ada 21 orang yang sedang bekerja di tambang Chaidaer di provinsi Qinghai yang terpencil di barat laut China ketika atapnya tiba-tiba ambruk pada 14 Agustus, ujar pejabat setempat.

Satu orang selamat dan satu penambang yang tewas diangkat ke permukaan beberapa hari setelah insiden keruntuhan. Namun, tim penyelamat gagal menemukan sisanya sebelum hari Senin, ketika jenazah yang tersisa akhirnya ditemukan.

“Pada Senin pagi, penyelamatan pada dasarnya telah selesai. 19 orang yang terperangkap semuanya ditemukan dalam pencarian, tidak ada yang memiliki tanda-tanda vital,” lapor penyiar negara, CCTV, mengutip dari tim penyelamat.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kecelakaan Tambang Sering Terjadi

Ilustrasi tambang emas
Perbesar
Ilustrasi tambang emas (iStock)

Terdapat lebih dari 1.000 orang berpartisipasi dalam upaya pemulihan yang berlangsung hampir 30 hari, ujar CCTV. Mereka bekerja dalam kondisi yang sangat melelahkan di ketinggian lebih dari 3.800 meter.

Tambang tersebut berada di dataran tinggi Qinghai, Tibetan plateau, yang sering dijuluki sebagai atap dunia.

Kecelakaan pertambangan sering terjadi di China,di mana industri memiliki rekam catatan keselamatan yang buruk dan peraturan yang tidak ditegakkan.

Pada Januari, 11 dari 22 penambang diselamatkan secara dramatis dari tambang yang runtuh di provinsi Shandong, China timur, setelah 2 minggu terterangkap ratusan meter di bawah tanah.

 

Reporter: Ielyfia Prasetio

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya