Topan Chanthu Hantam Filipina Utara, Picu Banjir hingga Pemadaman Listrik

Oleh Liputan6.com pada 13 Sep 2021, 15:55 WIB
Diperbarui 13 Sep 2021, 15:55 WIB
Ilustrasi topan terbentuk (NASA/AP)
Perbesar
Ilustrasi topan terbentuk (NASA/AP)

Liputan6.com, Manila - Topan dahsyat menghantam pulau-pulau paling utara Filipina dan mengakibatkan beberapa wilayah mengalami kebanjiran dan tanpa listrik serta menggusur ribuan orang, kata pihak berwenang pada Minggu 12 September.

Melansir dari Channel News Asia, topan Chanthu, yang dikategorikan oleh biro cuaca Filipina sebagai badai kategori lima, telah melemah setelah melanda wilayah paling utara, termasuk pulau Batanes, pada Sabtu kemarin kata biro cuaca.

"Ini salah satu topan terkuat yang pernah saya rasakan," kata Dennis Ballesteros Valdez, penduduk kota Sabtang di provinsi Batanes, yang sering dilanda topan kuat.

"Itu bisa lebih merusak jika rumah-rumah itu tidak dibangun dengan pondasi kuat," kata Dennis.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dikategorikan Sebagai Badai Kategori 3

Filipina Diterjang Badai Conson
Perbesar
Palang Merah Filipina, relawan dan warga melintasi jalan yang banjir akibat topan Conson di desa Usab, provinsi Masbate, Filipina tengah (7/9/2021). (Philippine Red Cross via AP)

Rekaman yang diambil oleh Dennis menunjukkan angin kencang dan hujan menerjang rumah-rumah di Sabtang pada Sabtu pagi kemarin.

Lebih dari 11.000 orang terkena dampak topan, dengan lebih dari 1.000 masih berada di pusat-pusat evakuasi. Sementara itu, belum ada korban yang dilaporkan, kata badan bencana Filipina dalam sebuah laporan.

Chanthu telah diturunkan ke kategori tiga karena menyapu Taiwan dan membasahi pulau Batanes dengan hujan lebat.

Sekitar 20 topan melanda Filipina rata-rata setiap tahun, menurut otoritas cuaca.

 

Reporter: Cindy Damara

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya