Ilmuwan Inggris Klaim Vaksinasi Penuh Lebih Ampuh 60 Persen Atasi COVID-19

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 04 Agu 2021, 14:37 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 14:37 WIB
Ilustrasi Covid-19, virus corona
Perbesar
Ilustrasi Covid-19, virus corona. Kredit: Miroslava Chrienova via Pixabay

Liputan6.com, London - Warga Inggris yang telah menerima vaksin secara penuh diklaim 60 persen lebih kebal terhadap COVID-19. Hal itu terungkap dalam studi jangka panjang para ilmuwan di Imperial College London dan perusahaan riset pasar Ipsos MORI, didasarkan pada 98.233 swab yang diambil antara 24 Juni dan 12 Juli 2021.

Dikutip dari laman France24, Rabu (4/8/2021), studi ini juga menemukan orang yang divaksinasi secara penuh memiliki kemungkinan lebih kecil tertular dibandingkan mereka yang belum menerima vaksin. Namun, para pejabat dan ilmuwan di Inggris telah memperingatkan kehati-hatian pada warga setelah pemerintah melonggarkan semua bentuk pembatasan.

Pemerintah tetap meminta wargga untuk memakai masker dalam dalam ruangan tertentu. Paul Elliott, seorang profesor di Imperial's School of Public Health dan direktur program survei, mengatakan bahwa dua dosis vaksin menawarkan perlindungan yang baik terhadap infeksi.

"Namun, kita juga dapat melihat bahwa masih ada risiko infeksi, karena tidak ada vaksin yang 100 persen efektif, dan kita tahu bahwa beberapa orang yang divaksinasi ganda masih bisa sakit karena virus."

"Jadi, meski ada pelonggaran pembatasan, kita tetap harus bertindak dengan hati-hati untuk membantu melindungi satu sama lain dan mengekang tingkat infeksi."

Kasus COVID-19 yang dihimpun setiap hari oleh kementerian kesehatan Inggris telah menurun sejak pelonggaran aturan. Sementara survei populasi menunjukkan bahwa mungkin masih bisa meningkat, meskipun pada tingkat yang lebih lambat.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Restoran dan Salon Diizinkan Buka

Lockdown Dicabut, Ribuan Anak Muda Inggris Berpesta di Kelab Malam
Perbesar
Orang-orang bereaksi di lantai dansa tak lama setelah pembukaan kembali, di The Piano Works di Farringdon, di London, Senin (19/7/2021). Kelab malam di negara itu dibuka kembali untuk pertama kalinya dalam 17 bulan karena hampir semua aturan virus corona dihapus. (AP Photo/Alberto Pezzali)

Langkah terbesar telah diambil oleh Inggris saat negara tersebut menuju kembali ke kehidupan normal pada Sabtu (4/7).

Untuk pertama kalinya setelah pemberlakuan lockdown yang berjalan selama 3 bulan, Pemerintah Inggris mengizinkan warganya untuk minum di pub, memotong rambut di salon atau makan di restauran.

Imbauan tak lupa diberikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, untuk semua warga di negaranya agar tetap bertanggung jawab dan menjaga jarak sosial untuk mendukung bisnis dan tidak mengambil risiko gelombang kedua Virus Corona.

Adapun laporan tentang beberapa salon yang sudah dibuka pada tengah malam, sementara untuk pub, dibuka dari pukul 05.00 waktu setempat, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia.

Dalam pesannya, PM Boris Johnson mengatakan kepada warga di Inggris untuk "menikmati musim panas dengan aman".

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pekerja di pub, restoran, salon, dan bisnis lainnya telah melakukan upaya heroik untuk mempersiapkan pembukaan kembali.

"Keberhasilan bisnis ini, mata pencaharian orang-orang yang bergantung padanya, dan pada akhirnya kesehatan ekonomi seluruh negara, bergantung pada setiap orang dari kita untuk bertindak secara bertanggung jawab," ujar Boris Johnson. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya