Penembakan di Stasiun Kereta di Luar Gedung Pentagon AS, Seorang Polisi Tewas

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 04 Agu 2021, 05:30 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 06:14 WIB
Penembakan Senjata Api
Perbesar
Ilustrasi Foto Penembakan dengan Senjata Api (iStockphoto)

Liputan6.com, Washington D.C - Penembakan terjadi pada Selasa (3/8) di sebuah terminal stasiun kereta bawah tanah, yang terletak di luar gedung Pentagon.

Seorang polisi tewas dalam insiden itu.

Dikutip dari AFP, Rabu (4/8/2021) keterangan dari Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa gedung Pentagon memberlakukan lockdown untuk mengamankan situasi.

"Pentagon saat ini memberlakukan lockdown karena insiden di Pentagon Transit Center. Kami meminta masyarakat untuk menghindari area itu," kata pasukan keamanan Pentagon via Twitter, setelah insiden penembakan sekitar pukul 10.37 waktu setempat.

Sejumlah karyawan gedung Pentagon di Arlington, pinggiran kota Washington, juga diperintahkan untuk berlindung selama lebih dari satu jam. 

Diketahui, stasiun kereta bawah tanah - tempat kejadian, berjarak hanya beberapa meter dari pintu masuk gedung Pentagon.

Para pejabat setempat kemudian mengatakan area tersebut aman 90 menit setelah insiden itu tetapi menolak untuk menjelaskan lebih lanjut.

"Insiden sudah berakhir, tempat kejadian aman, dan yang paling penting tidak ada ancaman berkelanjutan bagi masyarakat kami," kata Woodrow Kusse, kepala Badan Perlindungan Angkatan Pentagon, yang berpatroli di sekitar gedung.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Otoritas AS Selidiki Penembakan di Luar Gedung Pentagon

ilustrasi peluru tembakan.
Perbesar
ilustrasi peluru tembakan. (iStockphoto)

Kusse menyebut ada "beberapa orang yang mengalami luka" tetapi tidak memberikan rincian atau mengkonfirmasi laporan yang menyebut korban ditikam dan meninggal karena luka-lukanya, serta laporan bahwa pelaku ditembak mati.

"Perwira yang gugur ini meninggal dalam menjalankan tugas, membantu melindungi puluhan ribu orang yang bekerja di – dan yang mengunjungi – Pentagon setiap hari," tutur Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin dalam sebuah pernyataan.

"Dia dan rekan-rekannya adalah anggota keluarga Pentagon, dan dikenal oleh kami semua sebagai pribadi yang profesional, terampil, dan berani," lanjutnya.

Menhan Austin mengatakan penyelidikan atas insiden itu terus berlanjut dan mengatakan proses tersebut harus "berjalan tanpa hambatan dan tanpa spekulasi."

Layanan kereta bawah tanah di depan gedung Pentagon pun dihentikan untuk sementara waktu dan bus yang menuju ke stasiun dialihkan ke halte lain.

Puluhan polisi juga dilaporkan tampak berkumpul di luar Rumah Sakit George Washington University di Washington di mana polisi - koorban penembakan dibawa.

Layanan darurat Arlington County mengatakan mereka menemui "banyak" orang yang membutuhkan perawatan di tempat kejadian, tanpa memberikan informasi lebih lanjut.

Juru bicara Pentagon, John Kirby mengungkapkan bahwa Menhan Austin sedang berada di luar gedung pada saat itu, dalam pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya