PM Inggris Boris Johnson Ingin Industri Wisata Kembali Bergerak Meski Pandemi COVID-19

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 03 Agu 2021, 13:01 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 13:01 WIB
Kemunculan Pertama PM Inggris
Perbesar
PM Inggris, Boris Johnson selesai memberikan pernyataan pada hari pertamanya kembali bekerja setelah pulih dari virus Corona di Downing Street, London, Senin (27/4/2020). Ini menjadi kemunculan pertama PM Johnson di depan publik setelah hampir sebulan terinfeksi COVID-19. (AP/Frank Augstein)

Liputan6.com, London - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada Senin (2/8) bahwa ia ingin membuat industri perjalanan kembali bergerak dengan sistem yang mudah digunakan.

Sehingga, menurut PM Boris Johnson memungkinkan perjalanan ke luar negeri tanpa mengimpor varian baru dari virus corona, demikian dikutip dari laman Arab News, Selasa (3/8/2021).

"Kita perlu membuat orang, membuat industri perjalanan bergerak lagi," kata Johnson kepada wartawan.

"Kami menginginkan pendekatan yang sesederhana mungkin."

Inggris telah memvaksinasi dua kali lipat populasinya sehingga diharapkan lebih tinggi terhindar dari COVID-19.

Peraturan perjalanan yang ditetapkan oleh Boris Johnson telah membuat marah beberapa sekutu Inggris di Eropa, membuat frustrasi jutaan orang di negaranya.

Dalam sebuah surat kepada Boris Johnson yang bocor ke media, menteri keuangan Rishi Sunak menyerukan pelonggaran segera soal pembatasan perjalanan.

Surat kabar The Times melaporkan bahwa Inggris berencana untuk memperingatkan wisatawan agar tidak mengunjungi tujuan wisata populer seperti Spanyol karena kekhawatiran tentang pandemi COVID-19.

Langkah seperti itu dapat memicu eksodus sekitar satu juta turis Inggris yang sudah berada di luar negeri, menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada sektor perjalanan dan memberikan pukulan baru bagi kunjungan turis musim panas di kawasan Eropa selatan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

PM Boris Johnson Minta Warga Inggris Tetap Hati-Hati

Aksi PM Inggris Boris Johnson Saat Jadi Kiper
Perbesar
PM Inggris Boris Johnson menyapa pria berpakaian Sinterklas sebelum pertandingan sepak bola putri junior antara Hazel Grove United JFC dan Poynton di Cheadle Hulme, Inggris, Sabtu (7/12/2019). Aksi itu dalam rangka kampanye jelang pemilu Inggris 12 Desember 2019. (Toby Melville/Pool Photo via AP)

Perdana Menteri Boris Johnson telah mendesak kehati-hatian di antara warganya karena sebagian besar pembatasan hukum pada kontak sosial terkait COVID-19 telah dicabut di Inggris pada 19 Juli 2021.

Mengutip BBC, kini tidak ada batasan berapa banyak orang yang dapat bertemu atau menghadiri acara, bahkan klub malam dibuka kembali pada tengah malam.

Selain itu, masker juga akan direkomendasikan di beberapa tempat, tetapi tidak diwajibkan oleh hukum.

Menteri Vaksinasi Nadhim Zahawi mengatakan dia akan membuat pengumuman tentang memvaksinasi anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun nanti.

PM, kanselir, dan sekretaris kesehatan kini sedang mengisolasi diri, dan ada peringatan kasus akan melonjak.

Beberapa ilmuwan memperkirakan bahwa infeksi di Inggris - saat ini sekitar 50.000 per hari - bisa mencapai 200.000 sehari kemudian di musim panas.

Tetapi dengan lebih dari 68% orang dewasa Inggris yang telah divaksinasi, pemodelan menunjukkan angka pasien masuk ke rumah sakit, penyakit serius dan kematian akibat COVID-19 akan berada pada tingkat yang lebih rendah daripada di puncak sebelumnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya