3 Agustus 2021: 198,8 Juta Warga Dunia Positif COVID-19, Korsel Laporkan Kasus Pertama Varian Delta Plus

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 03 Agu 2021, 12:35 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 12:35 WIB
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Perbesar
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Liputan6.com, Seoul - Total infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia pada hari Senin per pukul 11.30 WIB telah mencapai 198.891.340 kasus, berdasarkan data Johns Hopkins University.

4.235.449 orang di dunia tercatat telah meninggal dunia akibat COVID-19, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, Selasa (3/8/2021).

Data Johns Hopkins University juga menunjukkan ada 4.146.057.456 dosis vaksin COVID-19 yang sudah diberikan di seluruh dunia.

Infeksi di Amerika Serikat, negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbesar di dunia, telah mencapai 35.131.393 dengan 613.679 kematian.

Berikut adalah negara dengan kasus infeksi Virus Corona COVID-19 terbanyak di dunia setelah AS: 

India: 31.695.958 kasus, dengan 424.773 orang meninggal dunia akibat Virus Corona.

Brasil: 19.953.501 kasus, dan 557.223 kematian.

Melampaui Prancis, Rusia tercatat memiliki 6.230.482 infeksi, dengan 157.496 kematian akibat COVID-19.

Kemudian di Prancis, tercatat ada 6.218.526, dengan 112.107 kematian.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Korea Selatan Deteksi Kasus Pertama COVID-19 Varian Delta Plus

Virus COVID-19 Makin Melonjak di Korsel, Tempat Parkir Bus Disemprot Disinfektan
Perbesar
Pekerja mengenakan pakaian pelindung saat menyemprotkan Disinfektan sebagai tindakan pencegahan virus corona COVID-19 di tempat parkir bus di Seoul, Korea Selatan, Rabu, (26/2/2020). (AP Photo/Ahn Young-joon)

Dikutip dari Channel News Asia, Korea Selatan telah mendeteksi dua kasus pertama COVID-19 terkait varian baru Delta Plus. 

Hal itu diungkapkan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) - ketika negara itu berjuang dengan gelombang infeksi keempat secara nasional.

Varian Delta Plus adalah sub-garis dari Virus Corona varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, dan telah memperoleh mutasi protein lonjakan yang disebut K417N, yang juga ditemukan dalam varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Laporan kasus Delta Plus sejauh ini sedikit, dan beberapa negara, termasuk Inggris, Portugal dan India, telah melaporkan beberapa kasus terkait varian tersebut.

"Kasus pertama (di Korea Selatan) diidentifikasi pada seorang pria berusia 40-an yang tidak memiliki riwayat perjalanan baru-baru ini," kata KDCA kepada kantor berita Reuters melalui pesan teks.

Hasil tes pada orang yang pernah melakukan kontak dengan pria tersebut menunjukkan bahwa salah satu anggota keluarganya dinyatakan positif COVID-19, namun KDCA tidak memastikan pasien tersebut terinfeksi varian Delta Plus.

"Kasus kedua ditemukan pada pelancong luar negeri," terang KDCA.

Beberapa ilmuwan mengatakan varian Delta Plus mungkin lebih menular.

Studi yang sedang berlangsung di India dan secara global dilakukan untuk menguji efektivitas vaksin terhadap mutasi ini.

Korea Selatan melaporkan 1.202 kasus baru COVID-19 pada Senin (2/8) - menaikkan totalnya menjadi 202.203 infeksi, dengan 2.104 kematian.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya