Korban Tewas Akibat Banjir di Provinsi Henan China Kini Lebih dari 300 Orang, 50 Masih Hilang

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 03 Agu 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 06:30 WIB
Petugas melakukan pembersihan di Gongyi, dekat Zhengzhou, provinsi Henan, China (22/7). (AFP)
Perbesar
Petugas melakukan pembersihan di Gongyi, dekat Zhengzhou, provinsi Henan, China (22/7). (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Korban tewas akibat banjir di provinsi Henan, China tengah bulan lalu telah meningkat tajam menjadi sedikitnya 302, para pejabat telah mengkonfirmasi.

Menurut laporan BBC, Selasa (3/8/2021), sekitar 50 orang masih hilang setelah wilayah itu dilanda banjir parah yang disebabkan oleh hujan lebat.

Hampir 13 juta orang terkena dampak dan hampir 9.000 rumah rusak.

Sebagian besar kematian dilaporkan di kota Zhengzhou di mana air banjir menggenangi sistem kereta bawah tanah kota dan kendaraan hanyut.

Kota ini melaporkan curah hujan satu tahun dalam waktu tiga hari.

Pada hari Senin walikota Zhengzhou, Hou Hong, mengkonfirmasi jumlah korban tewas dalam konferensi pers, mengatakan kepada wartawan bahwa 39 orang ditemukan tewas di tempat parkir bawah tanah. 14 orang lainnya tewas setelah air menggenangi Jalur 5 dari sistem kereta bawah tanah kota, katanya. 

Rekaman video yang diposting ke media sosial bulan lalu dari dalam gerbong kereta menunjukkan orang-orang hanya berusaha menjaga kepala mereka di atas air.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Banjir Besar

Penumpang Kereta Bawah Tanah Terjebak Banjir di China
Perbesar
Suasana di dalam Kereta bawah tanah terendam banjir setelah hujan lebat di Zhengzhou, di provinsi Henan, China tengah (21/7/2021). Luapan sungai menggenangi jalan-jalan dan mengganggu layanan kereta bawah tanah setelah curah hujan 200 mm turun dalam satu jam. (Handout/Courtesy of Weibo user merakiZz

Beberapa bendungan dan waduk di provinsi itu telah melampaui tingkat peringatan dan tentara dikerahkan untuk mengalihkan sungai yang meluap.

Pada saat itu, Presiden Xi Jinping memperingatkan potensi "kehilangan nyawa dan kerusakan properti yang signifikan".

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya