Admiral Coast Guard AS Kritik Kehadiran Milisi China di Kapal Ikan

Oleh Tommy Kurnia pada 29 Jul 2021, 14:55 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 14:55 WIB
Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)
Perbesar
Bendera AS dan China berkibar berdampingan (AP/Andy Wong)

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran milisi (militia) China di kapal ikan menjadi polemik baru di Laut China Selatan. Pada Maret lalu, coast guard Filipina melaporkan kehadiran para milisi China yang berada di kapal ikan.

Admiral Coast Guard Amerika Serikat (AS), Karl Schultz, bercerita bahwa para milisi China di kapal ikan masih relatif baru. Pada 2018 lalu, coast guard China masih dipimpin sipil, tapi kini berbeda. Schultz menyorot bagaimana China menggunakan coast guard tersebut di Laut China Timur dan Selatan.

"Observasi saya adalah kita melihat ketika pemerintahan Partai Komunis China, pemerintah China, menggunakan coast guard China yang sampai 2018 merupakan organisasi yang dipimpin sipil. Pada 2018, ada pergeseran ke bawah elemen People's Armed Police Force (Kepolisian Bersenjata Rakyat)," ujar Admiral Schultz dalam telekonferensi pada Kamis (29/7/2021).

Setelah adanya pergeseran kekuatan, coast guard China kini melapor langsung ke komite Partai Komunis China.

Admiral Schultz turut menjelaskan bahwa ada contoh-contoh ketika kapal ikan itu sebetulnya adalah milik pemerintah, serta disertai senjata pendukung seperti water cannon. Ia lantas menilai tindak-tanduk seperti itu tidak sesuai dengan praktek coast guard yang baik.

"Perilaku itu bagi saya tidak konsisten terkait bagaimana harusnya coast guard terbaik di dunia atau bagaimana coast guard terbaik harus bertindak," ujar Admiral Schultz yang menjadikan coast guard AS sebagai contoh yang terbaik di dunia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fokus ke Guam

Diancam Bom oleh Korut, Guam Tetap Santai
Perbesar
Foto sebelum pandemi: Sebuah keluarga bermain pasir di pantai Tumon, Guam. (AP Photo/Tassanee Vejpongsa)

Admiral Schultz berkata fokus pada Guam yang berada di wilayah Asia Tenggara. Guam merupakan salah satu negara bagian AS yang berada jauh dari daratan utama negara.

Schultz juga menyorot pentingnya area Guam dari faktor geografis dan ekonomi Ia juga akan terus mewaspadai illegal fishing serta transportasi narkoba.

Lebih lanjut, Schultz menyebut negaranya fokus pada kolaborasi, serta turut fokus menjaga wilayah Indo-Pasifik yang terbuka.

Faktor perlindungan lingkungan pun turut menjadi fokus coast guard AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Klaim Sepihak China di Laut Natuna

Infografis Klaim Sepihak China di Laut Natuna
Perbesar
Infografis Klaim Sepihak China di Laut Natuna. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya