Cerita 2 Relawan Olimpiade Tokyo 2020 Asal Indonesia

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 28 Jul 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 18:00 WIB
Nasya Abeba relawan WNI yang bertugas di Athlete Village, memastikan kebersihan kamar atlet (Foto KBRI Tokyo)
Perbesar
Nasya Abeba relawan WNI yang bertugas di Athlete Village, memastikan kebersihan kamar atlet (Foto KBRI Tokyo)

Liputan6.com, Tokyo - Tenaga perbantuan atau relawan merupakan salah satu kunci suksesnya suatu perhelatan berskala besar. Termasuk pula gelaran Olimpiade Tokyo yang berlangsung 23 Juli - 8 Agustus 2021.

Tenaga mereka dibutuhkan untuk membantu pihak panitia penyelenggara yang umumnya terkait dengan tenaga kebersihan, pendamping, pengendara, penerjemah dan lainnya.

Sulistyana Arianti seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Tokyo, mengaku senang bisa menjadi relawan. Arianti bertugas mengantar jemput tim media yang melakukan peliputan Olimpiade Tokyo, demikian disebutkan dalam rilis yang diterima Liputan6.com dari KBRI Tokyo, Rabu (28/7/2021).

"Aku ingin turut berpartisipasi dalam acara bersejarah ini. Alhamdullilah mudah dan tidak ada kendala sejauh ini," ujar Arianti ibu 1 anak yang sudah 21 tahun tinggal di Jepang.

Di tengah situasi pandemi COVID-19, Arianti mengaku sempat ada rasa khawatir dengan suasana keramaian di Olimpiade Tokyo. Namun ia mencoba untuk selalu berpikir positif.

"Kalau saya pribadi berpikir positif saja. Walau ada perasaan deg-degan juga, yang jelas selalu jaga kebersihan, minum vitamin, dan berpikir bahagia. Tentunya berserah pada Allah SWT. Itu yang utama," lanjutnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Cerita Relawan Lainnya

Sulistyana Arianti seorang relawan  WNI yang yang bertugas mengantar jemput tim media yang melakukan peliputan Olimpiade Tokyo. Foto KBRI Tokyo
Perbesar
Sulistyana Arianti seorang relawan WNI yang yang bertugas mengantar jemput tim media yang melakukan peliputan Olimpiade Tokyo. Foto KBRI Tokyo

Senada dengan Arianti, Nasya Abeba (21 tahun) seorang WNI yang tengah menempuh pendidikan di Jepang juga terlibat sebagai relawan Olimpiade Tokyo. Sambil mengisi libur kuliah musim panas, ia berinisiatif bergabung menjadi relawan.

"Aku coba cari pengalaman baru dengan berpartisipasi di acara bergengsi ini. Seru sih bisa melihat suasana baru dan aktivitas atlet sendiri. Bahkan bisa ketemu langsung sama atletnya. Walaupun kerjanya sedikit berat tapi lumayan untuk pengalaman," ujar Nasya yang bertugas di Athlete Village, memastikan kebersihan kamar atlet.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi berpesan kepada seluruh WNI yang menjadi relawan Olimpiade Tokyo agar disiplin menjaga protokol kesehatan.

"Jaga kesehatan dalam bertugas. Disiplin dan tertib, ikuti instruksi dari panitia penyelenggara. Jaga nama baik Indonesia dan pelajari apa yang anda lihat dan kerjakan sebagai pengalaman berharga," pesan Dubes Heri. Pihak penyelenggara Olimpiade Tokyo telah merekrut 80 ribu relawan untuk diperbantukan dalam berbagai aktivitas. Pemerintah Tokyo juga membuka perekrutan untuk 30.000 relawan yang ditugaskan memperlancar berlangsungnya Olimpiade Tokyo.

Untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan, pihak penyelenggara dan pemerintah Tokyo mewajibkan para relawan untuk melakukan tes PCR secara berkala selama penyelenggaraan Olimpiade Tokyo. Termasuk mengenakan masker dan sarung tangan plastik.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya