41,8 Juta Orang di Jerman Sudah Vaksinasi COVID-19 Penuh

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 29 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 07:00 WIB
Melihat Negara-Negara Uni Eropa Mulai Suntikan Vaksinasi COVID-19
Perbesar
Seorang penghuni Senior Centre Riehl menerima suntikan dosis vaksin COVID-19 di Senior Centre Riehl di Cologne, Jerman (27/12/2020). Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, vaksin Pfizer-BioNTech telah dikirimkan ke semua 27 negara anggota. (Xinhua/Tang Ying)

Liputan6.com, Berlin - Lebih dari setengah populasi Jerman telah divaksinasi COVID-19 secara lengkap. Hal itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Jens Spahn pada Rabu (28/7).

"41,8 juta orang Jerman sekarang memiliki perlindungan penuh, sementara 61,1 persen telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin. Semakin banyak orang yang divaksinasi, semakin aman kita di musim gugur dan musim dingin," tulis Spahn di laman Twitter-nya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (29/7/2021).

Jerman mempercepat kampanye vaksinasinya pada musim semi, setelah beberapa bulan pertama mengalami kelambanan, namun negara itu masih jauh dari target 80 persen untuk herd immunity di antara masyarakat.

Dorongan vaksinasi COVID-19 di Jerman telah melambat dalam beberapa pekan terakhir - memunculkan kekhawatiran akan gelombang infeksi keempat yang disebabkan oleh Virus Corona varian Delta yang lebih menular.

Dengan jumlah kasus COVID-19 yang juga meningkat, perdebatan tentang bagaimana meyakinkan lebih banyak orang untuk divaksinasi akan menjadi isu utama dalam pemilihan nasional di Jerman yang dijadwalkan pada 26 September mendatang.

Tidak seperti negara-negara Eropa lainnya seperti Prancis dan Yunani, Jerman sejauh ini telah mengesampingkan memperkenalkan aturan wajib vaksinasi untuk bagian tertentu dari populasi.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kanselir Jerman Angela Merkel Desak Warganya untuk Segera Divaksinasi

Jerman Kembali Lockdown
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati zona pejalan kaki utama di Frankfurt, Jerman, Senin (14/12/2020). Mengurangi sebaran virus corona COVID-19, Jerman akan kembali menutup wilayahnya atau lockdown mulai 16 Desember 2020 mendatang. (AP Photo/https://www.liputan6.com/dashboard/articles/creaMichael Probst)

Pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel mendesak warga untuk divaksinasi untuk mengekang apa yang disebutnya "dinamis yang jelas dan mengkhawatirkan" dalam tingkat infeksi.

"Setiap vaksinasi ... adalah langkah kecil menuju ke kehidupan normal," kata Merkel.

Kepala staf Merkel, Helge Braun juga telah memperdebatkan kemungkinan pembatasan lebih lanjut pada aktivitas publik yang belum divaksinasi, bahkan jika mereka dapat menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 baru-baru ini.

"Orang yang divaksinasi pasti akan memiliki lebih banyak kebebasan daripada orang yang tidak divaksinasi jika jumlah kasus meningkat lagi di musim gugur," imbuh Braun.

Jerman telah melihat jumlah infeksi COVID-19 yang rendah selama musim panas dibandingkan dengan banyak negara tetangganya di Eropa, tetapi kasus telah meningkat selama beberapa pekan terakhir.

Per Rabu (2/7), angka resmi menunjukkan jerman menghadapi 2.768 kasus baru COVID-19 selama 24 jam terakhir - meningkat lagi mencapai 15 kasus per 100.000 selama periode sepekan.

Menurut badan kesehatan masyarakat Jerman, Robert Koch Institute, varian Delta sekarang menyumbang lebih dari 80 persen dari semua infeksi baru COVID-19 di negara tersebut.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya