Top 3: Victoria Cabut Lockdown hingga Kelemahan Vaksin Sinovac Jadi Sorotan

Oleh Tommy Kurnia pada 28 Jul 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 10:28 WIB
Melbourne Lagi-Lagi Lockdown
Perbesar
Orang-orang menyusuri jalan yang biasa sibuk di kawasan pusat bisnis di Melbourne ketika penduduk kota kembali menjalani lockdown selama 7 hari, Jumat (28/5/2021). Melbourne kembali menerapkan lockdown untuk keempat kalinya setelah wabah COVID-19 menyebar cepat di wilayah tersebut (William WEST/AFP)

Liputan6.com, Melbourne - Negara bagian Victoria, Australia, mencabut lockdown mereka yang diterapkan selama beberapa hari. Aturan ini diterapkan pada 15 Juli lalu.

Masyarakat setempat kini bisa meninggalkan rumah tanpa pembatasan lagi. Namun, kondisi COVID-19 masih belum sepenuhnya terkenali, sebab New South Wales masih melaksanakan pembatasan. 

Kabar terkait lockdown di Victoria menjadi sorotan pembaca isu Global Liputan6.com, Rabu (28/7/2021).  

Selain itu, ada juga studi mengenai vaksin COVID-19 Sinovac yang kekuatannya berkurang setelah enam bulan suntikan dosis kedua. Dosis ketiga pun dijadikan rekomendasi. 

Simak beritanya Top 3 Global berikut : 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Victoria Cabut Lockdown

Melbourne Australia Masuki Pemberlakuan Lockdown
Perbesar
Seorang pria bermasker berjalan melalui Bourke Street Mall yang tenang di Melbourne, Jumat (16/7/2021). Kota terbesar kedua di Australia itu kembali memberlakukan lockdown, dan kali ini selama lima hari mulai Kamis (16/7) malam karena meningkatnya klaster COVID-19. (ASANKA BRENDON RATNAYAKE/AFP)

Negara bagian Victoria Australia mengatakan pada Selasa (27/7) akan mencabut penguncian ketat setelah membatasi penyebaran COVID-19. Sebagian besar pembatasan yang diberlakukan pada 15 Juli akan dihapus mulai Rabu setelah mencatat hanya 10 infeksi orang yang sudah dikarantina.

"Secara keseluruhan, ini adalah hari yang baik," kata Perdana Menteri negara bagian Victoria Daniel Andrews kepada wartawan di Melbourne.

 

Baca selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Jam Malam di Hanoi

Vietnam Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat di ibu kota Hanoi
Perbesar
Pemandangan jalan raya yang hampir kosong di Hanoi pada hari pertama penguncian wilayah (lockdown) selama dua minggu, Sabtu (24/7/2021). Vietnam memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di Hanoi mulai Sabtu (24/7), akibat gelombang infeksi COVID-19 terburuknya. (Nhac NGUYEN / AFP)

Lebih dari 10 juta penduduk Kota Ho Chi Minh akan ditempatkan di bawah jam malam yang ketat mulai Senin (26/7), sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengekang infeksi saat Vietnam memerangi lonjakan COVID-19 yang cepat.

Setelah berhasil menahan wabah virus corona terbatas tahun lalu, negara komunis itu sekarang mencatat peningkatan infeksi dan kematian yang dipicu oleh varian Delta yang sangat menular. Demikian seperti melansir Channel News Asia, Selasa (27/7).

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Dosis Ketiga Vaksin Sinovac

Indonesia Kedatangan Bahan Baku Vaksin Sinovac
Perbesar
Indonesia kedatangan 8 juta bahan baku (bulk) vaksin Sinovac yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis, 22 Juli 2021. (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika RI)

Studi terbaru dari China menemukan bahwa antibodi dari vaksin Sinovac turun pada enam bulan setelah penerimaan vaksin dosis kedua. Solusinya adalah harus divaksin lagi.

Dilaporkan Market Watch, Selasa (27/7), setelah enam bulan hanya 16,9 persen - 35,2 persen partisipan yang masih memiliki level antibodi untuk melawan COVID-19 di atas batas yang dibutuhkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis COVID-19:

Infografis Benarkah Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan? (Liputan6.com/Niman)
Perbesar
Infografis Benarkah Covid-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan? (Liputan6.com/Niman)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya