Sejumlah Kelompok Medis Serukan Vaksinasi COVID Wajib di Tengah Lonjakan Kasus

Oleh Liputan6.com pada 27 Jul 2021, 10:56 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 10:56 WIB
Ilustrasi vaksin, COVID-19, sertifikat vaksin
Perbesar
Ilustrasi vaksin, COVID-19, sertifikat vaksin. (Photo on Freepik)

Liputan6.com, Texas - Kelompok-kelompok medis besar pada Senin 26 Juli 2021 menyerukan vaksinasi wajib bagi jutaan tenaga kesehatan. Hal itu dikemukakan di tengah lonjakan kasus Virus Corona COVID-19 di AS.

Mereka mengatakan adalah kewajiban moral untuk membantu mencegah penyebaran infeksi Virus Corona COVID-19.

"Kami menyerukan semua instansi kesehatan dan perawatan jangka panjang untuk mewajibkan pegawai mereka diberi vaksin COVID-19," ungkap Asosiasi Medis Amerika, Asosiasi Perawat Amerika dan 55 kelompok lain mengatakan dalam pernyataan seperti dikutip dari VOA Indonesia, Selasa (27/7/2021).

Kelompok-kelompok itu, banyak di antaranya menyerukan mandat vaksinasi untuk pertama kalinya, mengatakan, "Kesehatan dan keselamatan para pekerja, keluarga, masyarakan dan bangsa, sangat bergantung (pada vaksin)."

Sejumlah organisasi layanan kesehatan enggan mewajibkan pegawai mereka mendapat vaksin COVID-19, meskipun mereka ada di garis depan untuk merawat pasien.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Baru Sedikit yang Mendapat Vaksin COVID-19

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash)
Perbesar
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash)

Berbagai survei memperlihatkan bahwa kurang dari separuh perawat telah menerima vaksinasi COVID-19. Padahal mereka punya akses ke vaksin tersebut selama berbulan-bulan.

Sebuah rumah sakit besar di Houston, negara bagian Texas, memberlakukan vaksinasi wajib. Lebih dari 150 pegawainya mengundurkan diri atau dipecat pada Juni karena menolak divaksin.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Titik Lengah Makan Bersama

Infografis Titik Lengah Makan Bersama
Perbesar
Infografis Titik Lengah Makan Bersama (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya