Pasangan Lansia Korea Selatan Timbun 150 Ton Sampah di Rumah, Alasannya Demi Anak

Oleh Liputan6.com pada 26 Jul 2021, 20:40 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 20:40 WIB
Mengenal Teknologi Peuyeumisasi, Metode Ubah Sampah Jadi Batu Bara Nabati
Perbesar
Ilustrasi sampah rumah tangga. (dok. Foto Neonbrand/Unsplash)

Liputan6.com, Gwangju - Pasangan lansia di Korea Selatan menghabiskan 10 tahun dengan menimbun berton-ton sampah untuk bisa membeli mas kawin putranya yang berusia 40 tahun. Di masa sulit ini, putranya menolak mencari pekerjaan baru, seperti dilansir dari laman Oddity Central, Senin (26/7/2021).

Choi (75) beserta istrinya mengubah rumah dua lantai mereka menjadi tempat pembuangan sampah yang dikumpulkan dari jalan-jalan kota dan tempat sampah kemudian berharap dapat dijual sehingga mendapatkan uang. Mereka meyakini bahwa sampah seseorang dulunya merupakan sebuah harta yang sudah tidak terpakai.

Choi menyebutkan bahwa putranya sudah setahun tidak keluar rumah. Hal ini membuat Choi khawatir jika anaknya akan ditinggalkan tanpa ada bantuan dari Choi dan istri.

Sampah di rumahnya sudah tidak terbendung lagi. Hampir disudut ruangan terisi sampah, bahkan pintu depan rumah Choi tertutup oleh kantong sampah.

Mereka tidur di kamar kecil, sedangkan putranya yang memiliki berat lebih dari 100 kg hanya bisa duduk di ruangan kecil karena tidak ada tempat tersisa untuk mereka tidur dengan nyenyak.

Tetangga sempat mengeluhkan sikap Choi yang selalu pulang membawa sampah. Tidak hanya mengganggu pemandangan mata, bau tidak sedap pun sering dirasakan. Namun, Choi terus membawa sampah yang membuat tetangga akhirnya menyerah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kesehatan Dikhawatirkan

Ilustrasi Sampah
Perbesar
Ilustrasi sampah. (dok. Unsplash.com/Markus Spiske @markusspiske)

Tinggal dikelilingi tumpukkan sampah yang cukup lama tentu tidak baik untuk kesehatan. Sebuah jaringan televisi nasional Korea Selatan SBS memberikan pemeriksaan medis kepada mereka, dan menyatakan bahwa istri Choi menderita masalah jantung serius.

Dokter menganjurkan agar ia tinggal di tempat yang lebih bersih dan berolahraga untuk memperbaiki kesehatannya. Walaupun Choi sempat menolak tawaran tersebut, akhirnya ia menyetujui dan membiarkan sukarelawan membersihkan rumah demi istrinya.

Sebanyak 226 sukarelawan membersihkan rumah Choi dari tumpukkan sampah. Setelah semua sampah terkumpul, sukarelawan menyebutkan ada 150 ton sampah.

Choi terharu ketika rumahnya kembali bersih, dan mengatakan bahwa ia tidak akan memungut sampah lagi demi kesehatan sang istri.

 

Reporter: Cindy Damara

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya