Pencemaran Limbah Bikin Warna Danau di Argentina Berubah Jadi Merah Muda

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 27 Jul 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 27 Jul 2021, 07:00 WIB
Akibat pencemaran limbah, warna air danau di Argentina ini berubah menjadi pink. (Photo credit: DANIEL FELDMAN/AFP)
Perbesar
Akibat pencemaran limbah, warna air danau di Argentina ini berubah menjadi pink. (Photo credit: DANIEL FELDMAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah laguna di wilayah Patagonia, selatan Argentina telah berubah warna menjadi merah muda yang mencolok.

Dikutip dari AFP, Senin (26/7/2021) para ahli dan aktivis fenomena menyebut kejadian itu akibat polusi oleh bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan udang untuk diekspor.

Warna tersebut disebabkan oleh natrium sulfit, produk anti-bakteri yang digunakan di pabrik ikan, yang limbahnya disalah gunakan karena mencemari sungai Chubut dan sumber air lainnya di wilayah tersebut, menurut para aktivis.

Warga setempat juga telah lama mengeluhkan bau busuk dan masalah lingkungan lainnya di sekitar sungai dan laguna itu.

"Mereka yang seharusnya memegang kendali adalah mereka yang memberi wewenang untuk meracuni orang," ujar seorang aktivis lingkungan, bernama Pablo Lada kepada AFP.

Warna laguna itu telah berubah menjadi merah muda sejak pekan lalu, dan masih terlihat tidak kembali normal pada Minggu (25/7), kata seorang warga bernama Lada, yang tinggal di kota Trelew, tidak jauh dari lokasi danau dan sekitar 1.400 kilometer selatan Buenos Aires.

Insinyur lingkungan dan ahli virologi, Federico Restrepo mengatakan kepada AFP bahwa warna laguna yang berubah itu disebabkan oleh natrium sulfit dalam limbah ikan, yang seharusnya diolah sebelum dibuang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Keluhan Warga

Laguna Argentina Berubah Warna akibat Limbah Pabrik
Perbesar
Pemandangan udara dari laguna yang berubah menjadi merah muda karena limbah industri perikanan, di provinsi Patagonian, Chubut, Argentina, pada 23 Juli 2021. Fenomena itu lantas membuka kontroversi pemerian izin perusahaan di Argentina. (DANIEL FELDMAN / AFP)

Laguna itu, yang tidak digunakan untuk rekreasi, terkena limbah dari kawasan industri Trelew dan telah berubah warna menjadi fuchsia sebelumnya.

Namun, warga yang berada di sekitar laguna itu tidak bisa lagi menerima kondisi tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, penduduk Rawson, yang berdekatan dengan Trelew, memblokir jalan yang digunakan oleh truk yang membawa limbah ikan olahan melalui jalan mereka ke pabrik pengolahan di pinggiran kota.

"Setiap hari kami melihat truk melintas, warga sudah mulai bosan," kata Lada.

Dengan larangan di wilayah Rawson karena protes, otoritas provinsi memberikan izin kepada pabrik untuk membuang limbah mereka di laguna Corfo.

"Warna kemerahan tidak menyebabkan kerusakan dan akan hilang dalam beberapa hari," kata kepala pengendalian lingkungan untuk provinsi Chubut, Juan Micheloud, kepada AFP pekan lalu.

Di sisi lain, hal itu dibantah oleh Sebastian de la Vallina, sekretaris perencanaan kota Trelew. "Tidak mungkin untuk meminimalkan sesuatu yang begitu serius," ujarnya.

Perusahaan yang memproses ikan untuk ekspor, terutama udang dan ikan, menghasilkan ribuan pekerjaan untuk provinsi Chubut, rumah bagi sekitar 600.000 orang.

Puluhan perusahaan perikanan asing beroperasi di wilayah perairan di bawah yurisdiksi Atlantik Argentina.

"Pengolahan ikan menghasilkan pekerjaan... itu benar. Tapi ini adalah perusahaan keuntungan jutaan dolar yang tidak mau membayar ongkos kirim untuk membawa limbah ke pabrik pengolahan yang sudah ada di Puerto Madryn, 35 mil jauhnya, atau membangun tanaman lebih dekat," kata Lada.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya