Korban Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di India Naik Jadi 159, Puluhan Orang Masih Hilang

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 26 Jul 2021, 13:28 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 13:28 WIB
Orang-orang yang terdampar di air banjir diselamatkan Kolhapur di negara bagian Maharashtra barat, India, 24 Juli 2021. (Foto: AP)
Perbesar
Orang-orang yang terdampar di air banjir diselamatkan Kolhapur di negara bagian Maharashtra barat, India, 24 Juli 2021. (Foto: AP)

Liputan6.com, Jakarta - Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di India naik menjadi 159, kata para pejabat pada Minggu (25 Juli), dengan tim penyelamat mencari lusinan lainnya yang hilang.

Pantai barat negara itu telah dibanjiri oleh hujan lebat sejak Kamis, dengan Departemen Meteorologi India memperingatkan hujan lebih lanjut selama beberapa hari ke depan. Demikian seperti mengutip laman Channel News Asia, Senin (26/7/2021).

Banjir dan tanah longsor sering terjadi selama musim hujan berbahaya di India, yang juga sering menyebabkan bangunan yang dibangun dengan buruk runtuh setelah berhari-hari diguyur hujan tanpa henti.

Para ahli mengatakan perubahan iklim telah menyebabkan banjir tahunan meningkat dalam frekuensi dan intensitas.

Di negara bagian Maharashtra, 149 orang tewas, termasuk lebih dari 40 orang akibat tanah longsor besar yang melanda desa lereng bukit Taliye sekitar 250 km tenggara Mumbai pada Kamis.

Penduduk Desa Jayram Mahaske, yang kerabatnya masih terjebak, mengatakan kepada AFP bahwa "banyak orang hanyut ketika mereka mencoba melarikan diri".

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hancurkan Bangunan

Longsor di Himachal Pradesh, India. Turis tewas terhantam batu.
Perbesar
Longsor di Himachal Pradesh, India. Turis tewas terhantam batu. Dok: Twitter @blusewillis1 via @disclose

Penduduk desa lainnya, Govind Malusare, mengatakan bahwa jenazah keponakannya telah ditemukan setelah tanah longsor melanda rumah keluarganya, tetapi ibu, saudara laki-laki, ipar perempuan dan keponakannya masih hilang.

Puluhan rumah rata dengan tanah dalam hitungan menit, hanya menyisakan dua bangunan beton yang berdiri, dan aliran listrik terputus, kata penduduk kepada AFP.

Di distrik Satara yang terkena tanah longsor dan banjir, ditemukan 28 jenazah lagi sehingga jumlah korban menjadi 41.

Di beberapa bagian Chiplun, ketinggian air naik menjadi hampir 6 meter pada hari Kamis setelah 24 jam hujan tanpa gangguan. Ketinggian air sejak itu mulai surut.

"Hujan, banjir, air bukanlah hal baru bagi orang-orang di sini, tetapi apa yang terjadi kali ini tidak terbayangkan dan mereka bahkan tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka karena naiknya air dengan cepat," kata Kepala Menteri Maharashtra Uddhav Thackeray kepada wartawan setelah mengunjungi Chiplun pada hari Minggu.

Delapan pasien di rumah sakit COVID-19 setempat juga dilaporkan meninggal setelah pasokan listrik ke ventilator terputus.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya