Top 3: Lonjakan COVID-19 Picu Vietnam Lockdown Ibu Kota Hanoi 15 Hari Jadi Sorotan

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 26 Jul 2021, 09:56 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 09:56 WIB
Potret Kota Ho Chi Minh saat Lockdown COVID-19
Perbesar
Petugas medis yang mengumpulkan sampel tes pada hari pertama pemberlakuan lockdown dari warga yang melintas di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, Jumat (9/7/2021). Pemerintah Vietnam memberlakukan lockdown dua minggu di Kota Ho Chi Minh. (AFP/Huu Khoa)

Liputan6.com, Jakarta - Vietnam mengumumkan pemberlakuan lockdown selama 15 hari di ibu kota Hanoi mulai Sabtu (24/7).

Berita tentang Vietnam yang memberlakukan lockdown di ibu kota Hanoi selama 15 hari setelah lonjakan kasus COVID-19, menjadi berita terpopuler di kanal Global Liputan6.com, Senin (26/7/2021).

Berita populer lainnya membahas tentang Donald Trump yang merekomendasikan vaksin COVID-19 ke pendukungnya. 

Sebelum menyarankan vaksin, Donald Trump mengingatkan pendukungnya bahwa vaksin COVID-19 adalah pencapaian besar.

Adapun berita yang paling disorot lainnya, yaitu tentang vaksin yang disebut mampu menekan angka kematian COVID-19, meski kasus infeksi sedang melonjak di AS.

 Selengkapnya dalam Top 3 Global berikut ini:

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

1. Kasus COVID-19 Melonjak, Vietnam Lockdown Ibu Kota Hanoi Selama 15 Hari

Vietnam Berlakukan Pembatasan Lebih Ketat di ibu kota Hanoi
Perbesar
Polisi berjaga di belakang barikade yang didirikan untuk mengatur lalu lintas di Hanoi, Sabtu (24/7/2021). Vietnam memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) selama 15 hari di ibu kota Hanoi mulai Sabtu ketika gelombang virus corona menyebar dari wilayah Delta Mekong selatan. (AP Photo/Hieu Dinh)

Vietnam mengumumkan penguncian atau lockdown selama 15 hari di ibu kota Hanoi mulai Sabtu (24/7) ketika gelombang virus corona menyebar dari wilayah Delta Mekong selatan.

Perintah penguncian, yang dikeluarkan Jumat malam, melarang pertemuan lebih dari dua orang di depan umum. Hanya kantor pemerintah, rumah sakit, dan bisnis penting yang diizinkan tetap buka.

Mengutip Channel News Asia, Sabtu (24/7/2021), awal pekan ini, kota itu telah menangguhkan semua kegiatan di luar ruangan dan memerintahkan bisnis yang tidak penting ditutup menyusul peningkatan kasus. Pada hari Jumat, Hanoi melaporkan 70 infeksi yang dikonfirmasi, tertinggi di kota itu, bagian dari rekor 7.295 kasus di negara itu dalam 24 jam terakhir.

 

Baca selengkapnya....

Scroll down untuk melanjutkan membaca

2. Donald Trump Rekomendasi Vaksin COVID-19 ke Pendukungnya

Mantan Presiden AS Donald Trump di acara Turning Point USA Student Action Summit di Phoenix, Arizona.
Perbesar
Mantan Presiden AS Donald Trump di acara Turning Point USA Student Action Summit di Phoenix, Arizona. Dok: C-SPAN

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan rekomendasi kepada simpatisannya untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Saat ini, kasus virus corona di AS sedang melonjak.

Sebelum menyarankan vaksin, Donald Trump mengingatkan pendukungnya bahwa vaksin COVID-19 adalah pencapaian besar. Meski demikian, Trump enggan memaksa pendukungnya untuk divaksin.

"Saya menyarankanmu untuk mendapatkannya, tetapi saya percaya pada kebebasan anda seratus persen," ujar Presiden Trump di acara Turning Point USA Student Action Summit di Phoenix, Arizona, yang disiarkan C-SPAN, Minggu (25/7/2021).

 

Baca selengkapnya....

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3. Vaksin Mampu Tekan Angka Kematian, Meski COVID-19 Sedang Melonjak di AS

FOTO: New York Peringati 30 Ribu Kematian Akibat COVID-19
Perbesar
Gambar korban diproyeksikan pada Jembatan Brooklyn saat Hari Peringatan COVID-19 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, 14 Maret 2021. Acara diisi penyair muda, pertunjukan Hezekiah Walker, pendeta dari Gereja Tabernakel Love Fellowship serta Paduan Suara The Love Fellowship. (Kena Betancur/AFP)

Kasus COVID-19 di semua wilayah Amerika Serikat (AS) kembali melonjak akibat varian Delta. Pada sepekan terakhir, rata-rata kasus harian di AS mencapai 43.700 tiap harinya.

Namun, Gedung Putih berkata vaksin COVID-19 bisa mengurangi bahaya dari COVID-19. Pemerintah Presiden Joe Biden kini sedang menggenjot program vaksinasi yang sedang menurun.

Dilaporkan CNBC, Minggu (25/7/2021), kasus harian di AS sempat terendah pada 15 bulan terakhir, namun mulai naik lagi karena berkurangnya orang yang divaksin ditambah dengan munculnya varian delta yang lebh menular.

 

Baca selengkapnya....

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya