Lonjakan COVID-19 di AS Serang Warga yang Belum Divaksin

Oleh Tommy Kurnia pada 26 Jul 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 09:00 WIB
Presiden Donald Trump dan Dr Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases di James Brady Press Briefing Room Gedung Putih di Washington, 22 April 2020.
Perbesar
Presiden Donald Trump dan Dr Anthony Fauci, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases di James Brady Press Briefing Room Gedung Putih di Washington, 22 April 2020. (Foto: AP / Alex Brandon)

Liputan6.com, Washington, DC - Kasus harian COVID-19 di Amerika Serikat (AS) sedang melonjak akibat dipengaruhi varian Delta, serta kelompok yang ogah divaksin. Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci menyebut situasi pandemi di Amerika Serikat (AS) sedang "menuju arah yang salah."

Dr. Fauci berkata kurva kasus baru dikarenakan warga yang belum divaksin. Ia menyebut ada 50 persen orang di AS yang belum mendapatkan vaksin COVID-19.

"Jadi ini seperti yang Dr. Walensky telah katakan berulang kali, dan saya telah mengatakannya, ini benar-benar pandemi di kalangan yang belum divaksin. Jadi isu ini umumnya terjadi di kalangan yang belum divaksin," ujar Dr. Fauci di CNN, dikutip Senin (26/7/2021).

Sebelumnya, kepala CDC Rochelle Walensky berkata pandemi mendampak orang-orang yang belum mendapatkan vaksin COVID-19.

Beberapa tokoh Partai Republik juga mulai angkat suara agar masyarakat mau divaksin. Mantan Presiden AS Donald Trump meminta agar warga divaksin. Gubernur Alabama, Kay Ivey, sampai terang-terangan menyalahkan warga yang ogah divaksin. Tingkat vaksinasi di Alabama merupakan salah satu yang terendah di AS.

Dr. Fauci mengaku memahami Gubernur Ivey, tetapi ia enggan menggunakan cara menyalahkan. Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, juga tidak mendukung menyalahkan seperti itu dan menekankan pentingnya menyampaikan informasi terkait vaksin COVID-19.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Donald Trump Rekomendasi Vaksin COVID-19

Trump Kunjungi Tentara AS di Irak
Perbesar
Presiden Donald Trump berbicara di hadapan pasukan militer Amerika dalam kunjungan kejutan di Pangkalan Udara al Asad, Irak, Rabu (26/12). Trump memberikan kejutan dengan melakukan kunjungan mendadak tersebut dalam rangka perayaan Natal (AP/Andrew Harnik)

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan rekomendasi kepada simpatisannya untuk mendapatkan vaksin COVID-19. 

Sebelum menyarankan vaksin, Donald Trump mengingatkan pendukungnya bahwa vaksin COVID-19 adalah pencapaian besar. Meski demikian, Trump enggan memaksa pendukungnya untuk divaksin.

"Saya menyarankanmu untuk mendapatkannya, tetapi saya percaya pada kebebasan anda seratus persen," ujar Presiden Trump di acara Turning Point USA Student Action Summit di Phoenix, Arizona, yang disiarkan C-SPAN, Minggu (25/7).

Donald Trump berkata sempat diragukan dalam hal vaksin COVID-19 karena ada yang menyebut vaksin baru bisa muncul pada tiga sampai lima tahun, tetapi vaksin COVID-19 selesai lebih awal. Sebelumnya, Trump juga sempat mendorong pendukungnya untuk divaksin.

Kasus COVID-19 di AS sedang naik pada sepekan terakhir akibat varian Delta. Vaksin Pfizer disebut ampuh melawan varian, tetapi peminat vaksinasi sedang turun di AS.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis COVID-19:

INFOGRAFIS Persentase komorbid pasien-pasien COVID-19 di Indonesia
Perbesar
INFOGRAFIS Persentase komorbid yang sering ditemui pada pasien-pasien COVID-19 di Indonesia (Ilustrasi Abdillah/Liputan6)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya