Dokter Kontrak Walk Out Massal di Malaysia, Tuntut Aturan yang Adil

Oleh Tommy Kurnia pada 26 Jul 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 08:30 WIB
Pemandangan Malam Kuala Lumpur di Tengah Pembatasan Baru COVID-19
Perbesar
Seorang penjaga keamanan berpatroli di sepanjang Menara KL di Kuala Lumpur (13/10/2020). Malaysia tengah memerangi lonjakan baru kasus virus corona baru COVID-19. (AFP/Mohd Rasfan)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Dokter kontrak Malaysia akan melakukan demonstrasi berupa walk out pada Senin, 25 Juli 2021. Agenda akan dilaksanakan pada pukul 11.00 siang. 

Inisiator program ini adalah kelompok Hartal Doktor Kontrak. Gerakan ini tak terkait dengan COVID-19, tuntutan utamanya adalah kepastian karier bagi para dokter kontrak agar menjadi permanen. 

Pada lama resmi Hartal Doktor Kontrak di Facebook, ada sejumlah aturan bagi para peserta. Para dokter diminta kembali ke ruangan apabila dibutuhkan pasien. 

"Kita bertujuan untuk melakukan walkout. Tetpai, jika diperlukan, kembalilah ke tempat kerja anda. Perawatan pasien tetap prioritas kita," tulis pihak Hartal Doktor Kontrak lewat Facebook mereka, Minggu (25/7/2021).

Hartal merupakan bahasa Melayu yang berarti unjuk rasa.

Dokter yang bertugas untuk perawatan seperti di ruang ICU, UGD dan COVID-19 lantas tidak diikutsertakan dalam aksi solidaritas ini.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Protokol Kesehatan

Vaksinasi Jemput Bola untuk Lansia di Malaysia
Perbesar
Seorang petani menerima vaksin COVID-19 Pfizer di luar rumahnya di pedesaan Sabab Bernam, negara bagian Selangor, Malaysia, Selasa (13/7/2021). Tim medis pergi dari rumah ke rumah di desa terpencil untuk menjangkau warga lansia dalam upaya meningkatkan program vaksinasi. (AP Photo/Vincent Thian)

Berdasarkan poster yang disebar pihak Hartal, para peserta secara tegas diminta tidak melakukan tindakan kekerasan. Aksi provokasi juga dilarang.

"Jangan provokasi atau terprovokasi. Jaga Hartal kita tetap aman dan damai," tulis aturan itu.

Protokol kesehatan seperti masker wajib dipakai setiap saat, dan ada jaga jarak 1 meter.

Para dokter kontrak diajak pula untuk merekam aksi mereka dan bagikan ke media sosial.

Aksi ini terjadi di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di Malaysia. Pada Minggu sore (25/7/2021), Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat ada 17 ribu kasus baru sehari. Total kasus pun tembus sejuta.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis COVID-19:

Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Boleh dan Tidak Boleh Sebelum - Setelah Vaksinasi Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya