Tentara Suriah Lakukan Penembakan Terhadap Benteng Pemberontak, 7 Warga Sipil Tewas

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 23 Jul 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 07:30 WIB
Serangan Senjata Kimia di Suriah
Perbesar
Asap mengepul ketika tentara Tentara Suriah bertempur pada 8 April 2018, di tanah pertanian di pinggiran timur Douma. (Foto: AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Tembakan artileri pemerintah Suriah menghantam sebuah desa di daerah kantong pemberontak terakhir di negara itu pada Kamis (22/7), hingga menewaskan tujuh anggota keluarga yang sama, termasuk empat anak, kata petugas penyelamat dan pemantau perang.

Penembakan itu adalah bagian dari eskalasi militer yang sedang berlangsung di daerah di barat laut Suriah, yang telah berada di bawah gencatan senjata yang disponsori oleh Rusia dan Turki sejak tahun lalu. Demikian seperti mengutip Al Jazeera, Jumat (23/7/2021). 

Sejauh ini tidak jelas diketahui apa yang menyebabkan eskalasi, yang sebelum serangan itu telah menewaskan sedikitnya 17 anak bulan ini, menurut angka yang dikonfirmasi oleh badan anak-anak PBB, UNICEF.

Para pekerja penyelamat di daerah oposisi, yang dikenal sebagai White Helmets, mengatakan bahwa peluru itu mendarat di desa Ibleen di provinsi Idlib selatan.

Seorang ibu dan empat anaknya termasuk di antara korban tewas yang ditarik keluar dari bawah puing-puing rumah yang hancur. Tujuh orang lainnya terluka, menurut kelompok itu.

Rami Abdurrahman, kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, mengatakan kakek dan paman anak-anak itu juga termasuk di antara yang tewas. Dia mengatakan ayahnya terluka dalam serangan itu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Banyak Warga Sipil Tewas

AS dan Turki Gelar Patroli Gabungan di Suriah
Perbesar
Tentara AS berjaga-jaga saat patroli gabungan dengan pasukan Turki di Desa al-Hashisha, Tal Abyad, Suriah, Minggu (8/9/2019). Perjanjian koalisi AS-Turki bertujuan membangun 'zona aman' antara perbatasan Turki dan Suriah yang dikendalikan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). (DELIL SOULEIMAN/AFP)

Menurut catatan Observatorium, 21 orang, termasuk 11 anak-anak dan enam wanita, tewas dalam serangan pemerintah di daerah kantong pemberontak sejak hari Sabtu.

Tentara meningkatkan pengebomannya di daerah kantong barat laut ketika Presiden Bashar al-Assad mengambil sumpah jabatan untuk masa jabatan baru dengan bersumpah untuk menjadikan “pembebasan bagian-bagian tanah air yang masih perlu” menjadi salah satu prioritas utamanya.

Pada hari Assad mengambil sumpah, serangan terhadap desa Idlib di Sarja dan Ehsin menewaskan 14 warga sipil, tujuh di antaranya anak-anak.

Dua hari sebelumnya penembakan di Idlib dan kota Fuaa lebih jauh ke utara menewaskan sembilan warga sipil, tiga di antaranya anak-anak, kata Observatorium.

Serangan pada hari Kamis itu terjadi pada hari terakhir hari raya Idul Adha.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya