AS Imbau Warganya Tak Lakukan Perjalanan ke Inggris Akibat Tingginya Kasus COVID-19

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 21 Jul 2021, 07:01 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 07:01 WIB
Warga London Wajib Bermasker Walau Inggris Longgarkan Aturan
Perbesar
Orang-orang memakai masker pada jam sibuk pagi hari di stasiun kereta Waterloo di London, Rabu (13/7/2021). Wali Kota Sadiq Khan menekankan transportasi publik di London akan terus memberlakukan kewajiban memakai masker meskipun Inggris melonggarkan pembatasan Covid-19. (AP Photo/Matt Dunham)

Liputan6.com, Washington D.C - Departemen Luar Negeri AS dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada Senin (19/7) mengeluarkan peringatan tertinggi mereka terhadap perjalanan ke Inggris karena meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di negara itu.

Masing-masing departemen menempatkan Inggris pada "Tingkat Empat," sekaligus memberi tahu orang Amerika Serikat bahwa mereka harus menghindari perjalanan ke sana. Demikian seperti mengutip laman Channel News Asia, Selasa (20/7/2021). 

"Jika Anda harus bepergian ke Inggris, pastikan Anda telah divaksinasi sepenuhnya sebelum bepergian," kata CDC dalam sebuah nasihat, sementara Departemen Luar Negeri mengatakan: "Jangan bepergian ke Inggris karena COVID-19."

Sebelumnya pada bulan Mei, pemerintah AS telah menurunkan Inggris ke peringkat "Level 3".

Kasus COVID-19 meningkat lebih dari 50.000 per hari di Inggris dan ratusan ribu warga Inggris diminta untuk mengisolasi diri selama 10 hari.

Amerika Serikat sejak Maret 2020 telah melarang hampir semua warga negara non-AS yang baru-baru ini berada di Inggris.

Sebaliknya, Inggris mengizinkan kunjungan dari Amerika tetapi mewajibkan karantina selama 10 hari pada saat kedatangan dan dua tes COVID-19.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Larangan Perjalanan

Lockdown Dicabut, Ribuan Anak Muda Inggris Berpesta di Kelab Malam
Perbesar
Orang-orang mengantre untuk masuk ke kelab malam Egg di London setelah pembatasan legal virus corona dicabut di Inggris pada tengah malam, Senin (19/7/2021). Ribuan anak muda berdansa semalaman di pesta 'Hari Kebebasan'. (Jonathan Brady/PA via AP)

Pada bulan Juni, pemerintahan Biden mengatakan sedang membentuk kelompok kerja ahli dengan Inggris, Kanada, Meksiko dan Uni Eropa untuk menentukan cara terbaik untuk memulai kembali perjalanan dengan aman setelah lebih dari satu tahun pembatasan.

Pejabat AS dan maskapai penerbangan tidak mengharapkan pembatasan pada pelancong Inggris akan dicabut paling cepat hingga Agustus - dan memperingatkan aturan itu bisa diberlakukan kembali lebih jauh.

Maskapai dan sejumlah pihak lainnya telah mendesak pemerintah untuk mencabut pembatasan yang melarang sebagian besar warga negara non-AS yang telah berada di Inggris, 26 negara Schengen di Eropa tanpa kontrol perbatasan, Irlandia, China, India, Afrika Selatan, Iran, dan Brasil dalam 14 hari terakhir dari Amerika Serikat.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya