21 Juli 1983: Tempat Terdingin Sedunia Terungkap di Antarktika, Suhunya Minus 89,2 Derajat Celcius

Oleh Tanti Yulianingsih pada 21 Jul 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 06:00 WIB
Gunung Es di Antarktika
Perbesar
Penampakan gunung es yang diberi nama B-15A di McMurdo Sound, setelah menghancurkan Ross Ice Shelf di Antarktika. (Josh Landis / AFP)

Liputan6.com, Antarktika - Sejarah mencatat pada 21 Juli 1983 sebagai momen terungkapnya lokasi dengan suhu terendah alias terdingin di muka Bumi. Temperaturnya mencapai minus 89,2 derajat Celcius.

Sejumlah sumber termasuk BBC menyebut bahwa Vostok research station milik Rusia di Antarktika terpantau satelit memiliki suhu amat rendah.

Stasiun Vostok adalah stasiun penelitian Antartika Rusia pada ketinggian 3.488 meter di atas permukaan laut. Kala itu secara resmi menjadi tempat terdingin di Bumi setelah terukur -89,2C (atau -128.6 °F) pada 21 Juli 1983.

Kabar yang beredar kala itu menyebut bahwa lokasi tersebut adalah salah satu tempat yang paling tidak dapat diakses dan tidak ramah di Bumi. Kendati demikian sekitar 25 ilmuwan tinggal di sana pada musim panas, di mana suhu mencapai minus 25 derajat Fahrenheit atau minus 31 derajat Celcius.

Hanya 13 orang atau lebih yang bertahan di sana selama musim dingin yang panjang, ketika air raksa turun hingga minus 85 derajat F (minus 85 derajat Celcius. (Di artikan secara metaforis, karena merkuri benar-benar membeku pada suhu sekitar 40 di bawah nol.)

Stasiun Vostok dibuka pada 16 Desember 1957. Terletak di permukaan salju dataran tinggi es Antartika Tengah (dengan koordinat 78 28'S dan 106 48'E) pada 1.410 km dari Stasiun Mirny dan 1.260 km dari pantai laut terdekat.

Ketebalan lapisan es di daerah ini adalah 3700 m.

Bagian tertinggi dari dataran es berada pada jarak 450 km ke arah barat-barat daya stasiun pada ketinggian lebih dari 4.000 m di atas permukaan laut. Stasiun ini terletak di bidang salju dengan gradien ke arah timur yang umumnya tidak signifikan, menyajikan kemiringan dari belahan es utama di benua itu.

Sastrugi salju dan naduvy (ladang salju yang tertiup angin) adalah fitur relief mikro khas dari permukaan salju di sekitar stasiun yang membentuk permukaan yang sedikit bergelombang. Tinggi sastrugi biasanya bervariasi antara 20-40 cm dan naduvy tidak lebih dari 50 cm.

Stasiun penelitian Vostok adalah salah satu stasiun pangkalan utama Rusia di Antartika.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tempat Terdingin Lain

Gunung Es
Perbesar
Dalam foto selebaran 1 Oktober 2019, kondisi pecahan gunung es yang dikenal sebagai 'Loose Tooth' atau gigi yang tanggal di lapisan es Amery, Antartika. Ini adalah gunung es terbesar yang dihasilkan Antarktika dalam periode lebih dari 50 tahun. (Richard COLEMAN/AUSTRALIAN ANTARCTIC DIVISION/AFP)

Sementara itu pada 10 Agustus 2010 para ilmuwan menguak lokasi dengan suhu paling rendah di Antarktika, yang berarti paling dingin sedunia. Suhu mencapai minus 93,2 Celcius itu terekam di sejumlah kantong yang tersebar di dekat punggung bukit es di antara Dome Argus dan Dome Fuji -- 2 puncak tertinggi di Plateau Antarktika Timur.

Temuan tersebut menyalip rekor sebelumnya yakni minus 89,2 derajat Celcius yang juga berada di Antarktika. Tepatnya di stasiun penelitian Vostok milik Rusia, yang terekam pada 21 Juli 1983.

"Sulit untuk membayangkan suhu yang amat rendah ini," kata Ted Scambos dari US National Snow and Ice Data Center , Boulder, Colorado dalam pertemuan American Geophysical Union, Senin 9 Desember 2013, yang Liputan6.com kutip dari BBC.

"Ibaratnya, bahkan air yang sedang mendidih pun membeku. Suhu itu 50 derajat lebih rendah dari yang ada di Alaska dan Siberia. Sekitar 30 derajat lebih rendah dari puncak Greenland," tambah dia. "Membuat cuaca dingin yang dialami di beberapa tempat di Amerika Utara masuk kategori jinak."

Para ilmuwan menemukan, waktu paling dingin di Antarktika terjadi pada musim dingin yang gelap di lokasi yang tinggi, dengan udara sangat kering dan cerah. Memungkinkan panas yang terpancar dengan sangat efisien ke angkasa.

Dari luar angkasa, titik-titik superdingin itu terlihat tergantung bak mutiara di sepanjang pegunungan Antarktika.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya