Afrika Selatan Berantas Hoaks Berhubungan Seks 4 hingga 6 Jam Sehari Sembuhkan COVID-19

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 14 Jul 2021, 18:00 WIB
Diperbarui 14 Jul 2021, 18:00 WIB
Seks Pixabay
Perbesar
Ilustrasi Pasangan (Foto: Pixabay/Norexy_art)

Liputan6.com, Cape Town - Pemerintah Afrika Selatan menyanggah hoaks yang beredar menyatakan bahwa seks dapat menyembuhkan COVID-19.

Hoaks itu muncul setelah dokumen palsu mengatasnamakan pemerintah beredar, yang mengklaim bahwa "empat hingga enam jam" melakukan hubungan seks dalam sehari adalah satu-satunya cara untuk mencegah penularan Virus Corona COVID-19, seperti dikutip dari laman The Sun, Rabu (14/7/2021).

Meskipun penuh dengan kesalahan ejaan dan kesalahan faktual, dokumen itu dibagikan secara luas di media sosial Afrika Selatan.

Dr Garth Japhet, dari departemen kesehatan pemerintah, meminta masyarakat untuk "berhenti sejenak sebelum Anda memposting karena, seperti halnya virus, kita masing-masing memiliki kekuatan untuk memutuskan mata rantai infeksi dan melindungi diri kita sendiri dan orang lain."

Dokumen palsu itu mengklaim, "Satu-satunya cara kita bisa mengalahkan COVID-19. Mari kita menjaga semua orang di dalam ruangan setidaknya empat sampai enam jam sehari kami mengkonfirmasi bahwa seks adalah satu-satunya obat yang dapat digunakan untuk saat ini."

"Mari kita coba membuat putaran sebanyak yang kita bisa setidaknya empat hingga lima per hari sampai pemberitahuan lebih lanjut."

"Ini hanya untuk orang tua yang sehat dan kuat. Bersama-sama kita menaklukkan."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Justru Seks Berpotensi Menyebarkan COVID-19

FOTO: Afrika Selatan Lockdown, Polisi dan Tentara Patroli di Jalanan
Perbesar
Sejumlah polisi membujuk seorang warga untuk pulang ke rumah di Johannesburg, Afrika Selatan, Senin (30/3/2020). Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menetapkan karantina wilayah atau lockdown nasional selama 21 hari untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. (Xinhua/Yeshiel Panchia)

Jauh dari menyembuhkan, berhubungan seks justru meningkatkan penularan virus corona.

Virus bisa menyebar melalui pernapasan yang dikeluarkan ketika seseorang bersin atau berbicara begitu dekat dengan orang yang terinfeksi membuat infeksi sangat mungkin terjadi.

Dr William F Marshall, dari Mayo Clinic, mengatakan: "Bersentuhan dengan ludah seseorang melalui ciuman atau aktivitas seksual lainnya dapat membuat Anda terkena virus."

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya