8 Juli 1994: Wafatnya Kim Il-sung, Presiden Abadi Korea Utara

Oleh Liputan6.com pada 08 Jul 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 08 Jul 2021, 06:00 WIB
Kim Il Sung
Perbesar
Kim Il Sung (Wikipedia Creative Commons by Gilad Rom)

Liputan6.com, Pyongyang - Kim Il-sung, pemimpin diktator komunis Korea Utara yang menjabat sejak 1947 itu menghembuskan napas terakhir di usia 82 tahun.

Ia wafat pada Jumat, 8 Juli 1994 akibat serangan jantung. Kim Il-sung dikenal sebagai bapak bangsa Korea Utara (Korut). Ia juga menyandang status sebagai "Presiden Abadi Korea Utara".

Sebagaimana dilansir dari History.com pada Kamis (8/7/2021). Sekitar tahun 1930-an, Kim pernah memimpin perlawanan terhadap Jepang di Korea. Ia dipanggil oleh otoritas Uni Soviet untuk menjalani pelatihan militer dan politik.

Dengan begitu, ia pun menjadi komunis dan bertempur bersama The Soviet Red Army (Tentara Merah Uni Soviet) dalam Perang Dunia II.

Pada tahun 1945, Korea terbagi menjadi dua wilayah kekuasaan oleh Uni Soviet dan Amerika. Setelah dua tahun kemudian, Kim menjadi pemimpin pertama Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara).

Beliau resmi menjabat pada 30 Juni 1947 – 13 Juli 1994. Di mana Kim Il-sung juga menjabat sebagai perdana menteri pada 9 September 1948 – 28 Desember 1972.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dijuluki Pemimpin Besar

Warga Korea Utara membungkuk di hadapan patung Kim Il-sung dan Kim Jong-il di Pyongyang, dalam perayaan HUT mendiang ayah Kim Jong-un itu pada 16 Februari 2019 (AFP PHOTO)
Perbesar
Warga Korea Utara membungkuk di hadapan patung Kim Il-sung dan Kim Jong-il di Pyongyang, dalam perayaan HUT mendiang ayah Kim Jong-un itu pada 16 Februari 2019 (AFP PHOTO)

Saat dibangku kuasanya, Kim berusaha untuk menyatukan kembali Korea secara paksa. Ia pun mencoba melancarkan invasi ke Korea Selatan pada Juni 1950. Dari situ terjadilah "Perang Korea" yang berakhir dengan jalan buntu pada tahun 1953.

Selama empat dekade berikutnya, Kim memimpin dan mengubah Korut menjadi negara tertutup. Bahkan dari negara mantan sekutu komunisnya sendiri, Uni Soviet. Apalagi hubungannya dengan Korea Selatan yang masih dingin.

Aturan represif dan kultus kepribadian menjadikannya sebagai "Great Leader" (Pemimpin Besar) dan membuatnya tetap berkuasa sampai ajal menjemputnya pada tahun 1994. Terhitung lebih dari 45 tahun ia telah berkuasa dan membuat perubahan besar bagi Korut.

Setelah wafat, posisinya diteruskan oleh sang putra, Kim Jong-il. Semasa pemerintahan Kim Jong-il kebijakan di Korut masih terbilang represif dan tertutup. Kim Jong-il yang dijuluki "Dear Leader" (Pemimpin Terhormat) telah meninggal dunia pada tahun 2011 lalu. Kemudian putranya, Kim Jong-un yang meneruskan tahtanya dan menjabat hingga saat ini. Korut tetap terkenal menjadi negara yang sulit untuk dikunjungi.

 

Reporter: Bunga Ruth

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya