Menlu RI Retno Marsudi Bakal Pimpin Pertemuan Khusus ASEAN-Rusia

Oleh Tanti Yulianingsih pada 06 Jul 2021, 13:24 WIB
Diperbarui 06 Jul 2021, 14:47 WIB
Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Menlu RI Retno Marsudi dalam press briefing Selasa (6/7/2021). (Screenshot/Liputan6.com)
Perbesar
Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Menlu RI Retno Marsudi dalam press briefing Selasa (6/7/2021). (Screenshot/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam rangka HUT ke - 25 Kemitraan ASEAN-Rusia, bakal digelar pertemuan khusus negara ASEAN dan Rusia bertajuk Special ASEAN-Russia Foreign Ministers’ Meeting. Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi dan Menlu Rusia Sergey Lavrov bakal jadi pemimpin dalam acara tersebut.

Kunjungan Menlu Lavrov ini merupakan bagian dari rangkaian lawatannya ke negara-negara di kawasan.

"Sore ini Menteri Lavrov dan saya akan menjadi ketua bersama Special ASEAN-Russia Foreign Ministers’ Meeting," kata Menlu Retno Marsudi dalam Press Briefing virtual, Selasa (6/7/2021).

Indonesia saat ini menjadi koordinator kemitraan ASEAN-Rusia.

"Rusia adalah salah satu mitra terpenting bagi Indonesia, khususnya di Eropa Timur dan Tengah. Diskusi kami terbuka dan produktif," jelas Menlu Retno.

Untuk mengintensifkan hubungan kedua negara, imbuh Menlu Retno, bahkan sudah tandatangani Plan of Consultation (Rencana Konsultasi) antara dua Kementerian Luar Negeri kita untuk periode 2021-2023.

Dalam pertemuan tersebut Menlu Retno Marsudi menuturkan bahwa secara khusus mengangkat 4 bidang kerja sama bilateral, yakni:

1. Kerjasama Kesehatan

2. Kerjasama Perdagangan dan Investasi

3. Kerjasama Pendidikan

4. Kerjasama Keamanan

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Detail 4 Bidang Kerja Sama Bilateral

Menlu Retno Marsudi dalam press briefing bersama dengan awak media pada Kamis (17/9/2020).
Perbesar
Menlu Retno Marsudi dalam press briefing bersama dengan awak media pada Kamis (17/9/2020). (Dok: Kemlu RI)

Penguatan kerja sama kesehatan tetap menjadi sorotan utama dalam pertemuan bilateral maupun multilateral.

"Dalam pertemuan itu kami membahas bagaimana kami memperkuat kerja sama dijangka pendek dan dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek, tentunya masalah pengadaan vaksin, terapeutik dan diagnostik tetap menjadi prioritas," ujar Menlu Retno.

Rusia menyampaikan komitmennya untuk memperkuat jangka pendek kerja sama. Semua kerja sama akan sesuai dengan panduan dari kedua negara juga otoritas kesehatan serta WHO.

Sekedar informasi, bulan lalu Kepala Dinas Pangan Indonesia danBadan Pengawas Obat (BPOM) berkunjung ke Rusia untuk meninjau secara langsung fasilitas produksi vaksin Sputnik V.

Sejak awal pandemi, Indonesia dan Rusia telah bekerja erat untuk mengatasinya. Presiden Joko Widodo dan Presiden Vladimir Putin melakukan telepon percakapan pada Maret 2020 tentang kerja sama untuk menangani pandemi. Rusia juga menyumbangkan obat anti-virus dan peralatan medis ke Indonesia pada tahap awal wabah COVID-19.

Kerjasama ini akan diperkuat melalui MoU Kerja sama Kesehatan kedua negara yang sedang difinalisasi saat ini.

MoU ini akan menjadi landasan kerjasama kesehatan di media dan jangka panjang termasuk rencana untuk bersama-sama memproduksi vaksin antara Indonesia dan Rusia.

Kerjasama Perdagangan dan Investasi

lustrasi Investasi Penanaman Uang atau Modal (iStockphoto)

Isu kedua adalah tentang kerjasama perdagangan dan investasi. Indonesia dan Rusia memiliki target perdagangan sebesar 5 miliar USD pada tahun 2020.

"Kami memahami bahwa target tersebut belum terpenuhi antara lain karena pandemi. Oleh karena itu kami sepakat untuk memperkuat komitmen kami untuk meningkatkan perdagangan dua arah yang saling menguntungkan," ujar Menlu Retno.

"Bagaimana kita mencapai ini?"

Berikut ini kata Menlu Retno:

• Memaksimalkan working group kedua negara di sektor prioritas seperti pertanian, kelautan dan perikanan, dan perdagangan, investasi dan industri.

• Mempercepat penyelesaian dokumen-dokumen yang tertunda di bidang kerjasama ekonomi antara lain MoU di bidang transportasi, pertanian,perikanan, dan ekonomi kreatif.

• Mengatasi masalah yang menghambat perdagangan produk prioritas untuk dua orangnegara.

Sebagai upaya tambahan di luar konteks bilateral, imbuh Menlu Retno, ia juga mendorong negosiasi perdagangan bebas antara Indonesia dan Ekonomi Eurasia Union (EAEU) dengan populasi 450 juta orang.

"Tentang investasi, saya telah berbagi dengan Menteri Lavrov tentang Undang-Undang Penciptaan Pekerjaan sekaligus Indonesian Investment Authority (INA). Saya mendorong perusahaan Rusia untuk berinvestasi di Indonesia khususnya di infrastruktur, infrastruktur digital, kesehatan dan logistik."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kerjasama Pendidikan

Ilustrasi pendidikan anak
Perbesar
Ilustrasi pendidikan anak (Foto: Unsplash.com/MD Duran)

Isu bilateral ketiga yang dibahas adalah kerja sama pendidikan. 

Saat ini, kata Menlu Retno, ada 600 siswa Indonesia di Rusia.

"Saya menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa dan warga negara Indonesia di Rusia. Saya juga menyampaikan permintaan akses ratusan pelajar Indonesia ke Rusia tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat," ujar Menlu Retno.

"Saya juga menyambut baik tawaran Rusia untuk kerjasama pendidikan diplomatik untuk tahun 2022.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kerjasama Keamanan

Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan Gerakan Non Blok mendesak adanya solusi permanen untuk Palestina. (Dok: Kemlu RI)

Keempat soal kerjasama di bidang keamanan. "Saya menekankan pentingnya kerja sama di bidang keamanan siber," kata Menlu Retno.

Sejauh ini sudah selesai membahas dua dokumen kerjasama di bidang ini,yaitu:

• Pernyataan Bersama Kepala Negara tentang masalah ini, dan

• Perjanjian tentang Keamanan Informasi Internasional.

Draf tersebut diharapkan segera ditandatangani.

Selain masalah bilateral, juga dibahas masalah regional dan internasional, masalah yang menjadi perhatian bersama.

"Mengenai Myanmar, saya kembali menekankan pentingnya menindaklanjuti pada Five-Point Consensus (5PC). Hal ini membutuhkan komitmen Militer Myanmar untuk bekerja sama dengan pihak lain negara anggota ASEAN untuk menindaklanjuti 5PC."

"Saya telah meminta ke Rusia untuk mendukung implementasi 5PC," tegas Menlu Retno.

Isu lain yang turut diangkat untuk pertemuan tersebut adalah mengenai kerja sama Indo-Pasifik. Indonesia kembali menekankan semangat ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik yang menggarisbawahi kerjasama yang inklusif, transparan dan terbuka.

Indonesia dan negara-negara ASEAN menekankan pentingnya kerjasama konkret yang bermanfaat bagi rakyat. Indonesia akan menghargai dukungan kerjasama Rusia untuk Indo-Pasifik.

"Selain itu kami juga membahas kepresidenan Indonesia di G20. Dan saya sangat senang mendengar dari rekan saya Sergey bahwa Rusia mendukung kepresidenan Indonesia di G20 tahun depan," pungkas Menlu Retno.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya