Joe Biden Deklarasi AS Hampir Merdeka dari COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 05 Jul 2021, 17:03 WIB
Diperbarui 05 Jul 2021, 17:03 WIB
Joe Biden tiba di Inggris untuk menghadiri KTT G7, dan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat sebagai presiden AS.
Perbesar
Joe Biden tiba di Inggris untuk menghadiri KTT G7, dan menjadi perjalanan luar negeri pertamanya sejak menjabat sebagai presiden AS. (Foto: AP)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yakin negaranya akan bangkit dari COVID-19. Keyakinan itu ia ungkap pada pidato hari kemerdekaan AS ada Minggu 4 Juli 2021. Biden menyamakan AS merdeka dari Raja George III dari Inggris dengan corona.

"245 tahun lalu, kita berdeklarasi kemerdekaan kita dari raja yang jauh. Hari ini, kita sangat dekat untuk mendeklarasi kemerdekaan kita dari virus mematikan," ujar Presiden Joe Biden, dilansir CNN, Senin (5/7/2021).

Presiden Biden berkata telah melihat hasil dari tujuan bersama. Ia menyebut selama setahun terakhir AS berada di hari-hari yang gelap.

"Bersama-sama kita akan mengalahkan virusnya. Bersama-sama, kita memberikan napas kepada ekonomi kita. Bersama-sama kita menolong orang-orang dari perpecahan dan keputusasaan. Tapi bersama-sama, kita harus melakukannya," ujar Biden.

"Saya memberikan ucapan saya sebagai seorang Biden. Saya percaya kita akan segera melihat masa depan tercerah kita. Saudara-saudara, ini adalah negara yang spesial."

Lebih dari 150 juta warga AS sudah divaksin COVID-19. Mantan Presiden AS Donald Trump memesan ratusan juta dosis vaksin COVID-19 dari Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson melalui program Warp Speed.

Presiden Joe Biden juga sudah disuntik dengan Pfizer, sementara Wakil Presiden Kamala Harris mendapatkan Moderna.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

AS Kirim Vaksin Moderna ke Indonesia

Aktivitas di pusat distribusi vaksin COVID-19 Moderna di Mississippi
Perbesar
Pekerja menyiapkan box berisi vaksin Moderna COVID-19 untuk dikirim di pusat distribusi McKesson di Olive Branch, Mississippi, AS, Minggu (20/12/2020). Selama seminggu, Pemerintah federal berencana mendistribusikan total 7,9 juta dosis vaksin dari Moderna dan Pfizer Inc (AP Photo/Paul Sancya, Pool)

Empat juta dosis vaksin COVID-19 Moderna dari AS sedang menuju ke Indonesia, penasihat keamanan nasional AS telah memberi tahu menteri luar negeri RI.

Vaksin datang ketika Indonesia memberlakukan pengetatan protokol sosial di tengah gelombang lonjakan kasus COVID-19 yang mengkhawatirkan, dipicu oleh varian Delta dan melonggarnya mobilitas publik sejak Ramadan - Lebaran 2021. 

Dalam panggilan dengan Menlu RI Retno Marsudi pada Jumat 2 Juli 2021, Jake Sullivan mengatakan dosis akan dikirim melalui program berbagi vaksin global COVAX "sesegera mungkin," kata sebuah pernyataan Gedung Putih, yang dikutip, Sabtu (3/7).

Sullivan mengatakan, donasi tersebut "menggarisbawahi dukungan Amerika Serikat terhadap masyarakat Indonesia saat mereka melawan lonjakan kasus COVID-19".

Kedua pejabat itu juga membahas rencana AS untuk meningkatkan bantuan untuk upaya respons COVID-19 Indonesia yang lebih luas, kata pernyataan itu.

"Sullivan menyoroti pentingnya administrasi Biden-Harris di Indonesia, Asia Tenggara dan mengakhiri pandemi secara lebih luas dan berjanji dukungan berkelanjutan dan keterlibatan tingkat tinggi," kata pernyataan itu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis COVID-19:

Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Kasus Covid-19 Melonjak, Rumah Sakit Terancam Kolaps. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya