Korban Tewas Akibat Gelombang Panas di Kanada Capai 134 Orang

Oleh Benedikta Miranti T.V pada 01 Jul 2021, 08:01 WIB
Diperbarui 01 Jul 2021, 08:01 WIB
Sebuah tanda yang menampilkan suhu saat ini ditampilkan setelah acara ditunda karena panas tinggi di Uji Coba Lintasan dan Lapangan Olimpiade AS pada 27 Juni 2021, di Eugene, Oregon. (Foto: AP/Charlie Riedel)
Perbesar
Sebuah tanda yang menampilkan suhu saat ini ditampilkan setelah acara ditunda karena panas tinggi di Uji Coba Lintasan dan Lapangan Olimpiade AS pada 27 Juni 2021, di Eugene, Oregon. (Foto: AP/Charlie Riedel)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kematian di wilayah Vancouver Kanada kemungkinan terkait dengan gelombang panas, kata pihak berwenang Selasa 29 Juni, ketika negara itu mencatat suhu tertinggi yang pernah ada di tengah kondisi terik yang meluas ke Pasifik Barat Laut AS.

Mengutip Channel News Asia, Rabu (30/6/2021), sedikitnya 134 orang meninggal mendadak sejak Jumat di daerah Vancouver, menurut angka yang dirilis oleh departemen kepolisian kota dan polisi Royal Canadian Mounted.

Departemen Kepolisian Vancouver sendiri mengatakan telah menanggapi lebih dari 65 kematian mendadak sejak Jumat, dengan sebagian besar "terkait dengan panas".

Kematian itu terjadi ketika Kanada mencatat rekor suhu tinggi sepanjang masa untuk hari ketiga berturut-turut yang pada Selasa (29/6) mencapai 49,5 derajat Celcius di Lytton, British Columbia, sekitar 250 km timur Vancouver, layanan cuaca negara itu, Environment Canada, melaporkan.

"Vancouver belum pernah mengalami panas seperti ini, dan sayangnya puluhan orang meninggal karenanya," kata sersan polisi Steve Addison.

Sejumlah wilayah lainnya mengatakan mereka juga telah menanggapi banyak panggilan kematian mendadak, tetapi belum merilis jumlah korban.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Akibat Perubahan Iklim

Aktivitas Warga Kanada Saat Dilanda Cuaca Panas
Perbesar
Orang-orang mendinginkan diri di sebuah taman di Toronto, Kanada (23/8/2020). Departemen Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada mengeluarkan peringatan cuaca panas untuk Toronto dengan suhu yang diperkirakan akan melonjak dengan suhu terendah mencapai 30-an pada Senin (24/8). (Xinhua/Zou Zheng)

Perubahan iklim menyebabkan rekor suhu menjadi lebih sering. Secara global, dekade hingga 2019 tercatat sebagai yang terpanas, dan lima tahun terpanas semuanya terjadi dalam lima tahun terakhir.

Panas terik yang membentang dari negara bagian Oregon AS ke wilayah Arktik Kanada telah disalahkan pada punggung bukit bertekanan tinggi yang menjebak udara hangat di wilayah tersebut.

Suhu di kota-kota Pasifik Barat Laut AS di Portland, Oregon dan Seattle, Washington mencapai tingkat yang tidak terlihat sejak pencatatan dimulai pada 1940-an yakni 46 derajat Celcius di Portland dan 42 di Seattle pada Senin, menurut National Weather Service.

Selama beberapa hari, Vancouver di pantai Pasifik mencatat suhu di atas 30 derajat Celcius. Pedalaman di sepanjang delta Sungai Fraser, karena kelembaban tinggi, ahli iklim mengatakan suhunya 43,8 derajat Fahrenheit pada hari Selasa.

Kepala koroner untuk provinsi British Columbia, yang mencakup Vancouver, mengatakan bahwa mereka telah "mengalami peningkatan signifikan dalam kematian yang dilaporkan di mana diduga bahwa panas yang ekstrem telah berkontribusi."

Layanan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya mencatat 233 kematian antara Jumat dan Senin, dibandingkan dengan rata-rata 130.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya