COVID-19 Varian Delta Melonjak, Sydney Australia Lockdown hingga 2 Juli 2021

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 25 Jun 2021, 10:32 WIB
Diperbarui 25 Jun 2021, 10:32 WIB
Sebagian Besar Warga Sydney Dilarang Tinggalkan Kota
Perbesar
Antrean warga Sydney di luar pusat vaksinasi Covid-19 di Sydney, Australia, Kamis (24/6/2021). Sebagian besar warga Sydney dilarang meninggalkan kota untuk menghentikan penyebaran virus corona Covid-19 varian Delta yang sangat menular ke wilayah lain. (SAEED KHAN / AFP)

Liputan6.com, Sydney - Bagian dari pinggiran tengah dan timur Sydney, termasuk Pantai Bondi, Australia, memberlakukan lockdown setelah adanya lonjakan kasus COVID-19.

Sydney, kini sedang berjuang untuk menahan wabah varian Delta yang sangat menular.

Pejabat setempat melaporkan 17 kasus baru pada Jumat (25/6/2021), menjadikan klaster infeksi di kota itu sebanyak 65 kasus.

Ini adalah lockdown pertama di kota terbesar Australia - rumah bagi 5,3 juta orang - pada 2021.

Lockdown ini juga akan mempengaruhi pusat kota, pinggiran kota, serta pinggiran pantai di timur.

Mulai Sabtu 26 Juni, warga yang tinggal atau bekerja di wilayah tersebut harus tetap berada di rumah kecuali untuk keperluan penting.

Lockdown di Sydney akan diberlakukan hingga 2 Juli mendatang.

"Kami memahami ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang, namun kami perlu mengambil langkah-langkah ini sekarang untuk mengatasi wabah ini," kata pemerintah New South Wales, seperti dilansir laman BBC.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sydney Melihat Peningkatan Signifikan dalam Kasus COVID-19

Sebagian Besar Warga Sydney Dilarang Tinggalkan Kota
Perbesar
Warga Sydney berjalan menuju pusat vaksinasi Covid-19 di Sydney, Australia, Kamis (24/6/2021). Sebagian besar warga Sydney dilarang meninggalkan kota untuk menghentikan penyebaran virus corona Covid-19 varian Delta yang sangat menular ke wilayah lain. (SAEED KHAN / AFP)

Wabah COVID-19 di Sydney saat ini menandai peningkatan paling signifikan dalam penularan Virus Corona sejak Desember 2020.

Hampir sepanjang tahun, penduduk setempat kota itu hampir tidak melihat pembatasan dalam kehidupan sehari-hari.

Klaster infeksi di Sydney muncul hanya sepekan lalu di kawasan Pantai Bondi, tetapi sejak itu menyebar ke pusat kota dan ke pinggiran barat.

Kasus batu COVID-19 itu diketahui terkait dengan seorang pengemudi yang mengangkut kedatangan internasional dari bandara.

Australia telah memberlakukan penutupan perbatasan dan karantina yang ketat sejak Maret 2020, untuk mencegah virus keluar dari negara itu.

Namun, jenis virus yang lebih menular di udara - seperti varian Delta dan Alpha - semakin mempengaruhi pertahanan sistem karantina, yang sebagian besar kehabisan tempat di hotal-hotel di ibu kota negara bagian.

Sejak November 2021, lebih dari delapan langkah lockdown telah terjadi di berbagai ibu kota negara bagian di seluruh Australia termasuk Melbourne, Brisbane, Perth, dan Adelaide.

Wabah terbaru juga memicu kritik atas lambatnya peluncuran vaksinasi di Australia - tanggung jawab pemerintah federal.

Sejauh ini, hanya 3% dari populasi orang dewasa di Australia yang telah divaksinasi COVID-19 lengkap dan sekitar 25% warga Australia telah menerima dosis pertama.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Gejala COVID-19 Varian Alpha, Beta dan Delta

Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Gejala Covid-19 Varian Alpha, Beta dan Delta. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya